Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 14 Nov 2022 08:38 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Konsentrasi Dunia Perfilman di Daerah, Mathias Muchus Akui Perfilman di Kalsel Masih Minim


 Konsentrasi Dunia Perfilman di Daerah, Mathias Muchus Akui Perfilman di Kalsel Masih Minim Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Jadi salah satu Tim Produksi dan Kreatif sekaligus pemain peran di Film Jendela Seribu Sungai yang tengah proses shooting. Mathias Muchus aktor tanah air mengaku tengah berkonsentrasi dalam pengembangan dunia perfilman di daerah-daerah yang ada di Indonesia. Salah satunya di Kalimantan Selatan (Kalsel).

 

Menurutnya hingga saat ini di Kalsel masih sangat minim untuk pembuatan film. Beda halnya dengan daerah lainnya seperti Bali, Yogjakarta, Bandung, Makassar, Jawa, dan NTT yang sering menjadi pilihan lokasi untuk pembuatan film.

 

“Saya berharap di Kalimantan ini Banjarmasin itu harus jadi pionir,” ucap Mathias di sela-sela proses shooting berlangsung di SDN Pengambangan 6 Banjarmasin pada Minggu (13/11/2022).

 

“Memungkinkan sekali karena memang selain orangnya punya kekayaan histori dan banyak banget sastrawan yang muncul dari sini ya buat mereka bertutur dan bercerita segala macam itu tidak asing,” sambungnya.

 

Selama ini lanjutnya, paling banyak pemilihan lokasi  shooting film untuk di Kalimantan ialah daerah Pontianak, Singkawang dan Samarinda.

 

Menurutnya harusnya sentra perfilman di Kalimantan itu di Kota Banjarmasin yang keberadaannya strategis karena tepat di tengah-tengah Kalimantan.

 

“Saya berharapnya sentra itu di Kota Banjarmasin jadi bisa kemana-mana,” ujarnya.

 

Di samping itu, ia mengatakan perlu mendukung dan mengapresiasi anak muda yang memiliki potensi luar biasa seperti penulis novel Jendela Seribu Sungai ini misalnya.

 

“Anak muda yang memilki potensi yang luar biasa cara tutur yang unik tentu harus di backup,” ujarnya.

 

Di sisi lain, ia mengaku sangat enjoy menikmati proses pembuatan film Jendela Seribu Sungai di Kota Banjarmasin.

 

“Tidak ada kendala. Setiap hari saya bisa menjelajahi kuliner yang tidak ada di Jawa,” akhirnya.

 

Hamdiah

Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 141 kali

Baca Lainnya

Kembalikan Ekosistem TPA Basirih, 2.500 Bibit Pohon Ditanam

30 Juni 2026 - 14:18 WITA

Kota Banjarmasin Rebut Juara Umum MTQ Nasional XXXVIII Kalsel 2026

26 Juni 2026 - 14:21 WITA

Sekdako Banjarmasin Sidak Displin di SKPD

22 Juni 2026 - 14:25 WITA

SiLPA 2025 Tinggi, Sekda Banjarmasin Perketat Pengawasan Evaluasi Kinerja SKPD

18 Juni 2026 - 14:28 WITA

Kesbangpol dan FKUB Banjarmasin Sosialisasikan Perda Toleransi Beragama

17 Juni 2026 - 14:34 WITA

APBD Banjarmasin TA 2025 Catat SiLPA Rp538 Miliar, Wali Kota Evaluasi Total SKPD dan Soroti Proyek Mandek

15 Juni 2026 - 14:40 WITA

Trending di Banjarmasin