Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 1 Jun 2026 14:15 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

​Hari Lahir Pancasila 2026: Generasi Muda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Radikalisme Digital


 ​Hari Lahir Pancasila 2026: Generasi Muda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Radikalisme Digital Perbesar

terasbanua.com, BANJARMASIN – ​Dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Balaikota, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Pesan kuat dalam upacara bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” ini secara khusus dialamatkan kepada masa depan bangsa: generasi muda.

​”Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Mari jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam tindakan dan perilaku sehari-hari,” tegas Yamin saat membacakan amanat tersebut.

​Perkembangan teknologi yang masif membawa tantangan baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya. Indonesia saat ini dihadapkan pada ancaman nyata yang menyasar ruang digital para pemuda, seperti meningkatnya penyebaran hoaks yang memicu perpecahan. “Kemudian radikalisme digital yang menyusup lewat media sosial serta menurunnya interaksi sosial yang sehat akibat ketergantungan pada gawai,” katanya.

Pemerintah mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan ekonomi tidak akan membawa manfaat maksimal jika tidak dibarengi dengan penguatan nilai moral dan karakter kebangsaan ke generasi penerus. ​Sebagai pilar utama keberlanjutan bangsa, generasi muda diharapkan tidak menjadi konsumen informasi yang pasif.

Sebaliknya, pemuda harus mampu menjadi agen perubahan yang memiliki tiga modal utama. Yakni sikap kritis, dimana mampu menyaring informasi dan menangkal hoaks sebelum menyebarkannya.

Kemudian menghargai perbedaan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia dan bertanggung jawab menggunakan teknologi digital untuk menyebarkan pesan kedamaian dan persatuan, bukan kebencian. ​”Jika nilai musyawarah, mufakat, dan kemanusiaan dari Pancasila bisa dihidupkan oleh generasi muda, Indonesia tidak hanya akan kokoh di dalam negeri, tetapi juga mampu terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia,” tuturnya.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, generasi muda diajak untuk membuktikan bahwa persatuan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan jawaban nyata atas tantangan masa depan.

sumber : prokom bjm

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Kembalikan Ekosistem TPA Basirih, 2.500 Bibit Pohon Ditanam

30 Juni 2026 - 14:18 WITA

Kota Banjarmasin Rebut Juara Umum MTQ Nasional XXXVIII Kalsel 2026

26 Juni 2026 - 14:21 WITA

Sekdako Banjarmasin Sidak Displin di SKPD

22 Juni 2026 - 14:25 WITA

SiLPA 2025 Tinggi, Sekda Banjarmasin Perketat Pengawasan Evaluasi Kinerja SKPD

18 Juni 2026 - 14:28 WITA

Kesbangpol dan FKUB Banjarmasin Sosialisasikan Perda Toleransi Beragama

17 Juni 2026 - 14:34 WITA

APBD Banjarmasin TA 2025 Catat SiLPA Rp538 Miliar, Wali Kota Evaluasi Total SKPD dan Soroti Proyek Mandek

15 Juni 2026 - 14:40 WITA

Trending di Banjarmasin