terasbanua.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan kembali menggulirkan program Pesantren Kilat Ramadan 1447 H.
Sebanyak 230 santri dan santriwati yang tergabung dalam Perhimpunan Remaja Santri Al-Falah Banjarmasin (PRES AF BMAS) diterjunkan ke 20 Sekolah Dasar (SD) di seluruh kota untuk mengisi kegiatan keagamaan sekaligus aksi sosial.
Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-11 ini dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Februari 2026 untuk materi di kelas, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi berbagi takjil kepada masyarakat pada 26–28 Februari 2026.
Pengasuh PRES AF BMAS, Masriah, menjelaskan bahwa para santri telah dibekali kurikulum khusus untuk menarik minat siswa SD, mulai dari pengenalan nama-nama Nabi hingga praktik ibadah harian.
”Sudah ada materi yang ditentukan dari PRES AF BMAS, ada tentang nama-nama Nabi, Salat Dhuha bersama berjamaah, ada tadarusan di pagi hari, lalu juga ada cerita tauladan rasul, dan juga ada bermain tanya jawab dengan anak-anak di sekolah untuk mengisi kegiatan pesantren Ramadan,” terang Masriah usai pelepasan di Balai Kota, Minggu (22/02/2026).
Lebih lanjut, Masriah memaparkan bahwa program ini merupakan inisiatif untuk mengisi waktu libur santri Al-Falah dengan kegiatan pengabdian yang bermanfaat.
Dengan dukungan penuh dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga Dinas Pendidikan, para santri diharapkan menjadi figur teladan atau barometer positif bagi teman sebaya maupun anak-anak jalanan yang dirangkul oleh DP3A.
Salah satu poin utama dalam gerakan tahun ini adalah integrasi pendidikan agama dengan kepedulian lingkungan.
Masriah menekankan bahwa para santri juga mengemban misi sebagai agen perubahan dalam penanganan sampah di sekolah.
”Harapan kami kegiatan ini selalu disupport dan didukung oleh pemerintah Kota Banjarmasin. Seperti pesan Ibu Wakil Wali Kota tadi, bahwa jangan lupa yang utama bersama-sama mengampanyekan sampah, buanglah sampah pada tempatnya. Jadi secara tidak langsung kita menempatkan momen ini untuk 230 orang memungut sampah diikuti oleh siswa SD. Kita bisa mengumpulkan ribuan sampah di Kota Banjarmasin berkat santri dan santriwati ini,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, berharap kehadiran para santri di sekolah-sekolah dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan karakter siswa sejak dini.
”Kami berharap para santri bisa mentransfer ilmu sekaligus memberikan contoh yang baik. Kami titip pesan kepada santri/santriwati yang nantinya turun ke sekolah agar menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Ananda.







