terasbanua.my.id, Barabai – Fenomena mabuk kecubung ramai di Kalimantan Selatan (Kalsel). Puluhan orang dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum akibat mengonsumsi tanaman itu.
Ironisnya, 2 diantara puluhan orang mabuk kecubung itu dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa itu menjadi atensi berbagai pihak. Utamanya kepolisian.
Di Hulu Sungai Tengah (HST), Satuan Reserse Narkoba masif melakukan sosialisasi tentang bahaya kecubung. Terutama di kalangan pelajar maupun remaja.
“Upaya sosialisasi sebagai bentuk antisipasi dini menindak lanjuti kejadian penyalahgunaan kecubung yang akhir-akhir ini viral di Kalsel,” kata Kasat Resnarkoba Polres HST, AKP Siswadi, Rabu (17/7/2024).
Upaya itu dilakukan pasca-jajaran Polres HST menemukan tumbuhan kecubung pada beberapa lokasi di HST. Salah satunya di Kecamatan Pandawan.
“Ya, ditemukan di Jalan Batuah Pandawan, RT 4, pada Senin tadi,” aku Siswadi.

Pohon kecubung yang ditemukan itu lantas dimusnahkan. Mulai dari dicabut, dicincang sampai dibakar.
“Ini sebagai bentuk pencegahan dini,” tegas Siswadi.
Meski polisi mendapati pohon kecubung, Siswadi menyebut khsusu di HST sampai saat ini belum ada yang terindikasi atau diketahui menggunakan buah kecubung itu.
“Semoga HST tidak ada. Saya percaya anak-anak muda kita di HST bisa tau menempatkan diri di tengah masyarakat khususnya dalam hal pergaulan,” tutup Siswadi.
Kepolisan HST pun berharap masyarakat melaporkan jika ada melihat atau menemukan pohon kecubung yang masih tumbuh. Sehingga bisa ditindak lanjuti.
Reporter: HN Lazuardi






