terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pelatihan prosedur ekspor diberikan kepada para Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Banjarmasin di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (8/7/2024).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor yang membuka langsung pelatihan itu mengatakan tujuan dilaksanakannya pelatihan untuk memberi pemahaman kepada para IKM mengenai prosedur ekspor dengan harapan nantinya bisa memasarkan produk mereka hingga di kancah internasional.
“Sebelum memasarkan perlu meningkatkan kualitas produk agar siap di ekspor dan diterima di negara-negara luar,” kata Arifin.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menambahkan pelatihan yang diselenggarakan Kementrian Perdagangan sudah dua kali dilaksanakan di Kota Seribu Sungai sejak tahun 2023 lalu.
“Kembali digelar tahun ini dan diikuti 30 peserta IKM selama tiga hari,” kata Tezar sapaan akrabnya.
Tezar membeberkan dari hasil pelatihan tahun lalu, ada dua IKM yang berhasil melakukan ekspor produknya ke beberapa negara yaitu alat musik berupa biola dan kopi.
Ia berharap jejak dari kedua IKM itu bisa memotivasi dan diikuti para IKM lainnya melalui pelatihan yang diselenggarakan.
“Semoga lebih banyak lagi ekspor produk unggulan Kota Banjarmasin ke depan,” tutur Tezar.
Sementara itu, Ketua Tim Ekspor Coaching Program, Pusat Pelatihan, Sumber Daya Manusia, Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Junianto menuturkan mencoba membuka peluang ekspor lain terutama produk IKM melalui pelatihan ini.
Mengingat selama ini, di Kalimantan Selatan (Kalsel) produk ekspor lebih ke hasil pertanian seperti karet dan kelapa sawit.
“Makanya kita coba ekspor ke produk IKM seperti makanan, minuman dan kerajinan tangan. Berharap melalui krgiatan ini produk-produk IKM terutama di Kota Banjarmasin bisa naik kelas,” tuturnya.
Namun sebelum dilakukan ekspor, produk-produk IKM harus memenuhi verifikasi di masing-masing negara yang akan di ekspor.
“Kita lihat dulu produk peserta sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan karena negara-negara maju verifikasinya berat-berat,” ujarnya.
Untuk ekspor produk khas seperti kain sasirangan lanjutnya, perlu adaptasi atau dikombinasikan dengan produk lainnya untuk bisa menarik para pembeli manca negeri. Misalnya tas, baju dan lainnya.
“Memang harus lebih kreatif lagi agar bisa dilirik. Tidak bisa hanya kain saja,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Diskominfotik






