terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pasangan usia subur menikah miskin di Kota Banjarmasin tak lepas jadi sasaran penanggulangan stunting.
Pasalnya, menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana hal itu merupakan pencegahan dari pangkalnya langsung.
Untuk itu, setiap pasangan usia subur menikah miskin akan mendapat bantuan berupa uang tunai Rp. 100 ribu per bulan selama 12 bulan melalui rekening bank yang diserahkan dan beras 10 kilogram.
“Jika tahun lalu pemberian susu dan biskuit. Tahun ini kita beri uang untuk mereka membeli makanan bergizi dan beras,” ucap Dolly kepada terasbanua.my.id, Rabu (12/6/2024).
Penggunaan uang bantuan itu sendiri lanjut Dolly, akan didampingi langsung kader posyandu untuk memastikan penerima manfaat akan membeli makanan bergizi seperti sayur, telur, susu dan lainnya.
Dolly mengungkapkan penerima manfaat pencegahan stunting itu hanya pada 710 pasangan subur menikah miskin di Kota Banjarmasin saja dari 1000 pasangan yang diusulkan sebelumnya.
Para penerima manfaat itu lanjut Dolly, sudah terverifikasi dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta usia harus produktif.
Bagi pasangan usia subur menikah miskin yang menerima bantuan ini sebelumnya mereka tak menerima bantuan lain yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Beras Kota (Rasko).
“Makanya kita seleksi agar tidak dobel penerimaannya. Program ini kita coba di tahun ini dan lihat perkembangannya seperti apa,” imbuhnya.
Anggaran untuk pencegahan stunting dari Dinsos Kota Banjarmasin ini sebesar Rp. 852 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni.
“Itu belum termasuk beras,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






