terasbanua.my.id, Barabai – Pembangunan gedung pelayanan Perpustakaan Daerah Hulu Sungai Tengah (HST) saat ini tengah berlangsung.
Bangunan 3 lantai seluas 1.125 meter persegi atau 25 x 15 meter itu dibangun di Jalan Ir. P.H.M Noor Barabai. Dulunya merupakan GOR 24 Desember kemudian dibongkar dan dibangun perpustakaan rujukan tingkat daerah.
Pekerjaan gedung itu bersumber dari Dana Alokasi Umum APBD HST Rp384 juta lebih. Digunakan untuk pembongkaran GOR 24 Desember.
Sementara untuk pembangunan perpustakaannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Nilainya Rp9,4 miliar.
Pelaksanaannya mulai 17 April – 14 Desember 2024 atau 240 hari kalender. Sementara masa perawatannya 180 hari kalender.
Pembangunan fasilitas layanan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati HST, H Aulia Oktafiandi bersama Forkopimda, Rabu (5/6/2024).
“Mari kita dukung pembangunan ini. Dan jika sudah selesai, mari gunakan perpustakaan ini,” kata Aulia sebelum memulai peletakkan batu pertama.
Ajakan Bupati Aulia itu bukan tanpa alasan. Dia menilai perpustakaan tidak hanya dipandang dalamnya saja, ada pustakawan ada buku-buku.
Pola pikir itu, kata Aulia tidak lagi relevan dengan zaman sekarang.
“Seperti yang disampaikan Pak M Syarif Bando (mantan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sejak 8 Juni 2016 – Desember 2023), semangat membangun perpustakaan ini adalah sebuah transformasi pola pikir kita, perpustakaan itu tempat di mana masyarakat bisa mencari ilmu, menuntut ilmu dan mengaplikasikannya,” papar Aulia.
Dengan demikian harapan Bupati Aulia, adanya Perpustakaan Daerah itu bisa meningkatkan taraf hidup dengan memulai mengambil ilmu di dalamnya.
“Yang perlu disiapkan nanti setelah selesai pembangunan yakni soft skill SDM perpustakaan atau pustakawan yang nantinya membantu, mengajak masyarakat meningkatkan literasi,” tutup Aulia.

Kepala Dinas Perpustakaan, H Ahmad Fathoni menyebut tau betul semangat Bupati Aulia untuk pembangunan perpustakaan itu. Mulai dari audiensi sampai dengan ekspose dengan Kepala Perpustakaan Nasional, M Syarif Bando di Jakarta.
“Kalau boleh dibilang, gedung ini nanti adalah persembahan penuh cinta setinggi cita-cita yang Pak Bupati inginkan,” kata Fathoni.
Dalam laporannya, Fathoni merincikan, pada lantai utama gedung perpustakaan itu nantinya ada ruang baca anak dan refrensi maupun koleksi khusus. Pada lantai 2 ada ruang baca dewasa, remaja, multimedia, arsip sampai ruang janitor.
Khusus lantai 3 itu ruang para pejabat dinas perpustakaan. Termasuk ruang rapat, auditorium sampai gudang.
“Pembangunan gedung itu merupakan proyek strategis HST,” tutup Fathoni.
Reporter: HN Lazuardi






