terasbanua.my.id, Barabai – Belum lagi selesai, proyek pembangunan kolam regulasi di Desa Mandingin Kecamatan Barabai Hulu Sungai Tengah (HST) ramai dikunjungi warga.
Pemandangan indah di sekitar lokasi proyek ditambah sunset dan view pegunungan di Meratus, jadi daya tarik teesendiri bagi masyarakat. Baik sekedar melihat maupun berswafoto.
Yang jadi sorotan, keamanan dan pengamanan proyek yang belum rampung itu. Bisa-bisanya, keluar masuk secara bebas.Hal itu diungkapkan warga setempat, Sene.
“Kalangan remaja dengan mudah keluar dan masuk di area Kolam Regulasi tersebut. Padahal belum selesai. Khawatirnya, ada hal yang tak diinginkan,” ungkap Sene, Selasa (21/5/2024).
Sebagai orang tua, Sene memang pantas khawatir. Terlebih terkait keamanan lokasi proyek.
Kolam seluas 55,12 hektare dengan total lahan proyek sebesar 57,29 hektare itu mestinya dijaga ketat. Terlebih saat ini proyek itu belum benar-benar selesai.
“Heran saja kenapa sebebas itu orang bisa keluar dan masuk. Pertanyaan, jika terjadi kecelakaan atau musibah di dalam, siapa yang bertanggungjawab,” kata Sene.
Ia pun berharap jika memang belum dibuka untuk umum, maka pihak pekerja atau penanggung jawab harus perketat penjagaan.
“Jangan hanya pasang tanda larangan, percuma. Karena warga tidak akan peduli dengan itu apalagi anak-anak muda,” tegas Sene.
Ia justru meminta kepada pihak yang bertanggungjawab melakukan penjagaan ketat tidak hanya penjagaan manual tetapi pemantauan secara mobile.
“Jangan hanya andalakan satpam atau petugas lainnya, alangkah baiknya pasang CCTV, gunakan drone untuk memantau secara menyeluruh atau berlakukan denda bila perlu bagi yang memaksakan diri untuk masuk,” tutup Sene.
Kolam Regulasi yang mulai digarap pada Juli 2021 lalu itu dikerjakan oleh PT Adhi-Cipta KSO. Smpai saat ini masih terus dilakukan pengerjaan.
Menanggapi hal itu, Project Manager (PM) PT Adhi-Cipta KSO, Miftah Ardiansyah mengatakan bahwa prospek pengerjaan Kolam Regulasi hingga saat ini sudah mencapai 98 persen.
“Jadi pekerjaan kolam regulasi sudah mendekati final dan akan selesai di akhir semester pertama 2024 ini,” jelasnya.
Terkait keluar-masuknya warga di Area Kolam Regulasi, Miftah pun mengingatkan bahwa saat ini proses pengerjaan masih berprogres, masih banyak alat berat mondar mandir dan juga pekerja di dalam.
“Jadi, dengan berat hati kami mengimbau warga setempat agar lebih bersabar sementara waktu, minimal sampai dengan bulan juli agar tidak masuk ke dalam area kolam terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia mengatakan sudah cukup banyak rambu-rambu yang dipasang di lokasi, baik itu dilarang masuk kolam dan bahaya tenggelam disekitaran kolam.
“Selain itu, kami juga memasang portal pengaman di depan pintu masuk dengan harapan bahwa warga tidak sembarangan masuk ke dalam area kolam, ” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa terkait keamanan, selama ini Security dan K3 selalu memantau dengan cara mobile.
“Mereka melakukan pemantauan area kolam sekaligus mengawasi proses pekerjaan di Dalam,” tutup Miftah.
Reporter: HN Lazuardi






