Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 27 Mar 2024 19:26 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

RSHD Barabai Punya Gedung Baru Khusus Bayi, Bupati Aulia Dorong Kuota ASN Nakes


 RSHD Barabai Punya Gedung Baru Khusus Bayi, Bupati Aulia Dorong Kuota ASN Nakes Perbesar

terasbanua.my.id, Barabai – Rumah Sakit Umum Daerah H Damanhuri atau RSHD Barabai memiliki gedung baru, fasilitas untuk bayi.

Gedung baru itu untuk ruang rawat inap PICU, NICU dan Perinatologi. Secara resmi prasasti bangunan ruang baru khusus bayi itu ditandatangai Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H Aulia Oktafiandi, Selasa (26/3/2024).

Dikatakan Bupati Aulia, hadirnya fasilitas kesehatan untuk anak itu menjawab tantangan selama ini. RSHD bisa memiliki fasilitas yang memadai.

Tak menutup kemungkinan, fasilitas itu bisa jadi rujukan kabupaten tetangga. Oleh karena itu hadirnya fasilitas NICU, PICU, Perinatologi adalah jawaban dan bentuk antisipasi ketika ada kabupaten tetangga jika memerlukan.

“Kehadiran fasilitas kesehatan itu diharapkan bisa meminimalisir angka kematian anak atau sebagai antisipasi jika ada kejadian yang tidak diinginkan,” kata Bupati Aulia usai menandatangani prasasti Selasa siang.

Fasilitas kesehatan baru itu harus diiringi dengan adanya sumber daya manusia yang berpotensi demi memberikan pelayanan yang prima.

“Kami telah memberikan dorongan dan kuota lebih banyak untuk tenaga kesehatan dalam rekrutmen ASN tahun ini sebanyak 150 orang di RSHD,” tutup Aulia.

Soal fasilitas medis di gedung baru itu, Direktur RSHD, Nanda Sujud Andi Yudha Utama menyebut telah lengkap. Seperti oksigen sentral, inkubator, alat bantu nafas, serta alat bantu nafas tekanan tinggi.

Ruangan untuk bayi bisa menampung 18 pasien. Sedangkan ruang intensif bayi bisa menampung 8 pasien.

“Fasilitas itu sudah dipakai. Saat peninjauan oleh Bupati ke ruangan ada beberapa pasien yang dirawat,” aku dokter spesialis bedah itu.

Sementara SDM ahli di dalamnya, Nanda menyebut sudsh memiliki 2 dokter anak. Ditambah 1 dokter yang masih menjalankan pendidikan.

“Biasanya RSHD juga mendapat bantuan dokter dari RS Ulin dan dari ULM. Jadi lumayan membantu pelayanan di RSHD. Kami juga membuka komunikasi dengan dokter sub spesialis anak di kabupaten tetangga atau Banjarmasin,” jelas Nanda.

Gedung baru itu mengucurkan dana Rp3,7 miliar. Ditijukan untuk unit perawatan intensif yang disediakan khusus untuk bayi yang lengkap dengan peralatan medis di dalamnya.

Maksud dari NICU itu yakni unit perawatan baru lahir dengan kondisi kritis atau memiliki gangguan kesehatan berat. PICU diperuntukkan bagi bayi lebih besar dan anak-anak kondisi berat atau berpotensi fatal, seperti asma, dehidrasi berat, keracunan dan lainnya.

Sedang istilah Perinatologi merujuk pada fasilitas rawat inap untuk bayi baru lahir hingga usia 28 hari dengan masalah kesehatan tertentu.

Reporter: HN Lazuardi

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai

12 Juni 2025 - 16:46 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah