terasbanua.my.id, Barabai – Mengawali 2024, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Hulu Sungai Tengah (HST) mencapai ratusan kasus.
Di 1Rumah Sakit Umum H Damanhuri Barabai atau RSHD mencatat, pada Januari tadi ada 202 kasus.
“Dari 202 kasus yang ditangani, 184 pasien di antaranya merupakan warga HST, 18 pasien lainnya merupakan warga luar daerah. Selain dari HST, ada juga pasien dari wilayah Banua Anam dan pasien rujukan dari Kaltim dan Kalteng,” kata Direktur RSHD, Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama, Kamis (1/2/2024).
Dari keseluruhan kasus DBD, papar dokter spesialis bedah itu, 172 pasien dirawat di ruang inap anak, 29 pasien dirawat di ruang inap dewasadan 21 pasien lain dirawat di ruang intensif. Rerata pasien sudah berangsur membaik.
“Namun ada 18 pasien anak dan tiga pasien dewasa yang dirawat di ruang intensif,” aku Nanda.
Satu pasien DBD, lanjut Nanda ada yang meninggal.
“Penyebab yang bersangkutan meninggal tidak murni karena DBD namun juga disebabkan faktor penyakit komorbid. Faktor penyakit komorbid juga berpengaruh. Juga bisa menyebabkan kondisi kesehatan menurun,” terang Nanda.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) HST, dr Desfi Delfiana Fahmi mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya lintas sektoral antar SKPD untuk mencegah penyebaran DBD meluas.
“Kami juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dari desa ke desa, membagikan bubuk Abate (Obat pembasmi nyamuk) secara gratis, dan melakukan fogging,” ungkap Desfi
Dinkes HST juga terus mengimbau masyarakat untuk terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Masyarakat juga diharapkan melaksanakan 3M plus (Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak,” tutup Desfi.
Reporter: HN Lazuardi






