terasbanua.my.id, Banjarmasin – Meski tahap pertama sudah berjalan, namun tak dipungkiri Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin masih 4 bangunan yang lahannya belum dibebaskan untuk program penanganan banjir National Urban Food Resilience Project (NUFReP) di kawasan Sungai Veteran.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan untuk dua bangunan yakni D’Master dan Warung Ridho masih negosiasi terkait ganti rugi program tersebut.
“Mereka mengusulkan untuk bisa dibeli semua karena hanya sebagian bangunan saja yang kena dari pembebasan lahan itu,” ucap Suri, Jumat (22/11/2024).
Mengenai hal itu, Suri mengungkapkan bahwa pihaknya masih menghitung-hitung ulang kedua bangunan dari tim appraisal.
Sama halnya dengan bangunan Taher Square yang mana pemilik sudah menyertakan data dukung untuk bisa dilakukan perhitungan oleh tim appraisal.
Sementara untuk Kelenteng Soetji Nurani, sejak awal pemilik bangunan sudah mendukung program penanganan banjir tersebut.
“Jadi tinggal proses berjalan saja lagi,” katanya.Meski masih dalam proses untuk pembebasan lahan yang tersisa, ia dapat memastikan program NUFReP ini bisa berjalan tanpa terganggu.
“Kita usahakan di Desember ini diselesaikan administrasinya untuk pembebasan lahan. Tentunya mewujudkan program ini dilakukan bertahap,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






