terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penataan kawasan kumuh dalam pemerataan pembangunan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Kepala Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengungkapkan penataan kawasan kumuh di Kota Seribu Sungai saat ini tersisa 380 hektar.
Dimana sebelumnya, penataan kawasan kumuh dilakukan secara bertahap sejak tahun 2022 lalu dengan target 65 hektar per tahunnya.
“Di tahun 2022 lalu terdata kawasan kumuh di Kota Banjarmasin ada 508 hektar dan sekarang yang ditangani sudah 128 hektar,” kata Chandra saat ditemui terasbanua.my.id, Selasa (19/11/2024).
Di beberapa titik lanjut Chandra, penataan kawasan kumuh dikolaborasikan dengan pemerintah pusat seperti kawasan RK3 Kelayan Barat.
Seiring dengan penataan kawasan kumuh itu melalui peningkatan infrastruktur. Tentunya berdampak pada kualitas masyarakat.
“Misalnya bisa dibangunkan titian untuk akses jalan bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai,” ujarnya, Selasa (19/11/2024).
Pasalnya, penanganan kawasan kumuh dengan tepat dapat memberikan kenyamanan terhadap masyarakat.
Untuk mendukung program ini, Pemko Banjarmasin mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 9 miliar hingga Rp. 10 miliar setiap tahunnya.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari perbaikan jalan, drainase, hingga penyediaan fasilitas umum yakni sanitasi.
“Diharapkan, upaya ini tidak hanya mengurangi luas kawasan kumuh, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga Banjarmasin,” tuturnya.
Sementara untuk kawasan yang paling banyak terdapat kekumuhan yakni kawasan bantaran sungai dan Banjarmasin selatan seperti kelayan serta Alalak.
Untuk itu, pihaknya akan terus melanjutkan program penanganan kawasan kumuh dengan target yang sama di tahun 2025.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






