terasbanua.my.id, Banjarmasin – Curah hujan tinggi yang terjadi akhir-akhir ini, sejumlah lahan sawah di Kota Banjarmasin terendam banjir.
Dari pantauan langsung pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, salah satu lahan penanaman padi yang terendam berada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur.
Menurut Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, ketinggian air di area persawahan itu bisa mencapai 30 cm.
Lebih parah lagi, di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan ketinggian air sampai sepinggang orang dewasa.
“Ini tentu menjadi kendala bagi petani. Apalagi kita mau meningkat Indeks Pertanaman (IP) dua kali, itu masih terkendala pada keadaan”, ucap Yuliansyah baru-baru tadi.
Untuk melakukan masa penanaman kembali, menurutnya kemungkinan baru bisa dilakukan di bulan Januari atau Maret tahun depan.
“Jadi menunggu air agak surut, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Kendati demikian, meski masa penanaman padi di wilayah Banjarmasin terganggu akibat kondisi cuaca. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada stok pangan di Kota Banjarmasin.
Mengingat Kota Seribu Sungai bukanlah sebagai daerah penyangga, dan sebagian besar persediaan pangan pun didapatkan dari kabupaten tetangga.
Terlebih, luasan lahan pertanian di Kota Banjarmasin hanya sekitar 2.600 hektar. Kalaupun panen serentak hasilnya tak dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kota Banjarmasin dalam waktu lama.
“Penanaman disini itu istilahnya semacam kontribusi aja lah terhadap keberadaan stok pangan atau beras yang ada,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






