terasbanua.com, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 72 miliyar yang mana anggaran itu diperoleh dari pemotongan penyesuaian Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
Anggaran sebesar itu tengah disiapkan Pemko Banjarmasin untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada warga penerima manfaat di Kota Banjarmasin.
Tentunya penyaluran bantuan tersebut bertujuan untuk menekan tingginya inflasi yang terjadi di Kota Banjarmasin khususnya.
“Ini sebagai rangka dalam menanggulangi inflasi sebagaimana instruksi dari pusat ,” ungkap Kepala.Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, Minggu (16/10/2022).
Saat ini lanjutnya, proses penginputan dalam penyusunan anggaran kas sudah berjalan. Apabila sudah selesai nanti, maka sudah bisa dilakukan proses pembayaran untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan termasuk BLT.
“Kita sudah ready tinggal menunggu mendorong SKPD untuk mempercepat proses pembayaran,” katanya.
Menurut dari rencana, di minggu ketiga pada bulan Oktober bantuan sudah bisa disalurkan kepada penerima manfaat.
Sementara itu, untuk data penerimaan manfaat sudah pihaknya terima dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin yang mana penerima terbagi dari beberapa kategori.
“Kalau tidak salah ada sekitar 23 ribu penerima bantuan. Terdiri dari ojek online, sopir kelotok, petani nelayan, dan pelaku usaha kecil,” bebernya.
Adapun besar bantuan yang diberikan sebesar Rp. 100 ribu hingga Rp. 150 ribu per orang. Namun nominal tersebut masih belum pasti dan bisa saja berubah.
“Bantuan itu cair setiap tiga bulan. Jadi Rp. 150 ribu di kali tiga itu sekitar Rp. 450 ribu cairnya,” ujarnya.
Tidak hanya menyiapkan anggaran BLT BBM saja, pihaknya juga menyiapkan anggaran untuk kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin.
Dimana anggaran yang disiapkan untuk kegiatan pasar murah itu berasal dari Dana Tak Terduga (BTT) yang disisihkan sekitar Rp. 300 juta.
Hamdiah






