terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ratusan calon jamaah haji Kota Banjarmasin yang bakal berangkat tahun ini mulai menjalani bimbingan manasik haji.
Kegiatan bimbingan manasik haji itu dibuka langsung Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (18/4/2024).
“Tahun ini Alhamdulillah ada 578 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan yang mana perhitungan kloter mulai hari ini dan ada satu kloter penuh tercampur dengan calon jamaah haji daerah lain,” ucap Ibnu usai membuka acara manasik haji tersebut.
Ibnu berpesan agar para calon jamaah haji bisa mengikuti kegiatan manasik haji dengan sebaik-baiknya karena sangat bermanfaat pada saat berangkat haji nanti.
Mengingat ada hal-hal teknis yang perlu dipelajari dan dipahami para calon jamaah haji agar tidak bingung saat menjalankan ibadah haji.
“Penting untuk berilmu sebelum beramal agar bisa memahami rukun, syarat wajib, dan sunah,” kata Ibnu.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banjarmasin, Matnor menuturkan kesiapan seluruh calon jamaah secara administrasi sudah mencapai 80 persen.
Selain itu, seluruh calon jamaah haji tahun ini sudah melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
“Ini seluruhnya secara nasional sudah. Di Kalsel yang terdata 4.071 orang sudah terpenuhi, termasuk asal Banjarmasin,” ungkap Matnor.
Lebih jauh, ia memaparkan satu kloter utuh asal Kota Banjarmasin akan diisi oleh 320 calon jamaah haji, ditambah dengan 5 petugas dan sisanya akan menyebar di kloter lain.
Untuk kegiatan manasik haji lanjutnya, akan diadakan sebanyak 10 kali dan semua kegiatan telah dibiayai oleh pemerintah.
“Dua kali di tingkat kota dan delapan kali di tingkat kecamatan,” imbuhnya.
Terkait jadwal keberangkatan untuk calon jamaah haji asal Kota Banjarmasin sendiri dirinya belum bisa menyebutkan tanggal pastinya.
Namun, berdasarkan jadwal keberangkatan secara nasional yang pihaknya terima dari Dirjen Haji, Kemenag RI. Para calon jemaah haji ini akan mulai diberangkatkan pada tanggal 12 mei.
“Tapi untuk Kalsel kita tidak tau lagi, apakah akan berada di gelombang pertama atau gelombang kedua,” tuturnya.
“Atau bisa juga di keduanya kita masuk,” tambahnya.
Sementara untuk jumlah jemaah resiko tinggi (risti), yakni calon jemaah yang rentan baik karena umur ataupun kondisi, pihaknya belum bisa menerangkan secara rinci jumlah keseluruhan.
“Yang jelas kebijakan kami untuk jemaah risti ini tidak akan terlalu banyak, kemudian mereka pun nanti akan disebar secara merata di setiap masing-masing regu,” jelasnya.
Sementara, untuk calon jemaah haji yang palin tua sendiri diungkapkannya ada yang mencapai umur 90 tahun, jemaah atas nama Siti Rahmah Basri.
“Dan yang termuda Safwan Ridhani, berumur 18 tahun,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






