terasbanua.my.id, Banjarmasin – Memperingati Hari Gizi Nasional, Pemerintah Kota (Pemko) fokus untuk penanganan stunting.
Menurut Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah penanganan stunting sendiri sangat selaras dengan perbaikan gizi pada anak.
Untuk itu, pentingnya memberikan edukasi terhadap Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berbahan hewani pada anak.
Tidak melulu harus memberikan daging sapi ataupun daging ayam saja. Sebagai kota yang memiliki julukan Seribu Sungai tentu banyak menghasilkan ikan yang melimpah untuk memenuhi protein hewani.
“Edukasi itu perlu kita lakukan kepada masyarakat untuk memberikan kesadaran tidak melulu harus mahal. Bisa ikan bahkan telur,” ucap Siti Wasilah seusai acara.
Di sisi lain, Siti Wasilah mengungkapkan dari Pemko Banjarmasin telah berkomitmen dalam penurunan angka stunting. Salah satunya meningkatkan anggaran penanganan stunting yang terus didorong.
Tidak heran lanjutnya, angka konvergensi penanganan stunting di Kota Banjarmasin terus meningkat.
Penanganan stunting sendiri mulai dari segi spesifik yakni memberikan PMT yang sifatnya pemulihan kepada anak-anak yang mengalami stunting.
“Melalui berbagai program diantaranya, bantuan CSR dari berbagai pihak, program ASN Peduli, dan Bapak Asuh Stunting. Setelah dikolaborasikan hasilnya dapat kita lihat. Terpenting harus melihat di lapangan langsung agar tidak ada penyalahgunaan bantuan yang disalurkan,” jelasnya.
Kemudian penanganan stunting dari segi pendekatan sensitif yang dilihat dari kondisi lingkungan masyarakat. Salah satunya persoalan sanitasi yang masih banyak warga yang Buang Air Besar Sembarang (BABS) di sungai.
“Makanya ini jadi perhatian Pemko Banjarmasin yang mana segenap pembangunan harus bergerak untuk memastikan SDM kita ke depan lebih baik,” tuturnya.
Saat ini, Pemko Banjarmasin tengah fokus untuk 0 kasus terhadap tujuh lokus stunting yang ada sebagaimana Peraturan Wali Kota (Perwali) yang berlaku.
“Jadi tujuh lokus dulu, kemudian 46 kelurahan lainnya kita berbondong-bondong melalui pendekatan spesifik bisa menurunkan angka stunting,” harapnya.
Dengan tetap waspada terhadap resiko stunting dari pernikahan usia dini, ibu hamil dan remaja perempuan yang sudah mulai saat ini diberikan tablet tambah darah.
“Jadi semua upaya ini menguatkan langkah kita dalam menanggulangi stunting,” katanya.
Sementara itu, tahun 2023 lalu Pemko Banjarmasin berhasil mengurangi angka stunting hingga 426 anak dari data sebelumnya ada sebanyak 1.285 anak stunting.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






