terasbanua.co.id, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berupaya memberikan hak sama kepada penyandang disabilitas, salah satunya melalui pembangunan yang telah dilakukan.
Menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berbagai fasilitas yang dibangun di Kota Seribu Sungai sudah ramah disabilitas seperti trotoar, transportasi dan pelayanan publik yang bisa diakses mereka.
“Selama ini, sejak awal perencanaan kita libatkan. Mulai dari Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) di tingkat kelurahan, kecamatan dan kota dapat dilihat dari hasil pembangunan,” ucap Ibnu usai menghadiri Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Disabilitas Internasional di salah satu hotel Banjarmasin, Selasa (19/12/2023).
Pembangunan yang mengacu ramah disabilitas lanjut Ibnu, tentunya akan berjangka panjang manfaatnya bagi warga kota tidak hanya disabilitas saja. Mengingat saat lanjut usia (lansia) nanti, seseorang akan memiliki keterbatasan.
Di sisi lain, pihaknya melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin tengah mengusahakan hak penyandang disabilitas untuk memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pekerjaan.
“Baik itu diterima di instansi maupun lainnya dan itu perlu. Bukan hanya advokasi tapi keperpihakan kita,” kata Ibnu.
Secara nasional lanjut Ibnu, perusahaan swasta mewajibkan mempekerjakan tenaga kerja dari penyandang disabilitas dengan kuota 1 persen dalam rangka menyalurkan hak penyandang disabilitas pada sektor ketenagakerjaan.
Sementara untuk menjadi tenaga kerja di pemerintahan, minimal kuota ada 2 persen bagi penyandang disabilitas.
“Saat ini kita sudah terapkan juga di job fair. Mereka juga sudah ada yang bekerja tidak hanya di sektor formal dan informal. Tapi juga di pemerintahan,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana menambahkan hak disabilitas jadi pegawai di perusahaan. Baik itu di negeri maupun swasta sudah diusahakan.
Tak dipungkiri Dolly, tidak semua penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin memiliki keahlian sesuai kebutuhan lowongan kerja yang diminta.
Di samping, memang masih ada diskriminasi yang diterima oleh para penyandang disabilitas di dunia kerja.
“Makanya masih kami kerjasamakan untuk membuka peluang mereka melalui dinas terkait,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berusaha memberdayakan penyandang disabilitas melalui wirausaha baru yang sebelumnya dilakukan pembinaan.
“Paling tidak mereka bisa mandiri melalui wirausaha itu,” ujarnya.
Menurutnya banyak produk yang sudah dihasilkan dari penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin. Namun memang masih kalah bersaing dengan produk lainnya dari desain produk yang dinilai kurang bagus dan menjual.
Sementara itu, berdasarkan data terakhir penyandang disabilitas 2021 lalu tercatat ada sebanyak 1.221 jiwa.
“Sekarang tersisa hanya 946 jiwa, dimana ada yang pindah tempat dan meninggal dunia,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






