Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 3 Feb 2024 14:53 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pasien DBD Kian Meningkat di RSUD Sultan Suriansyah, Warga Banjarmasin Perlu Waspada


 Ket foto : Ilustrasi pasien anak-anak penderita DBD yang tengah dirawat. Perbesar

Ket foto : Ilustrasi pasien anak-anak penderita DBD yang tengah dirawat.

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus Demam Berdarah Dongue (DBD) di Kota Banjarmasin mengalami lonjakan drastis di awal tahun 2024.

Hal itu dapat dilihat dari jumlah pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah selama di bulan Januari ada sebanyak 32 pasien.

“Itu data dari tanggal 1-31 Januari. Tentunya mengalami peningkatan dari Desember 2023 lalu hanya ada 19 pasien yang kita tangani,” ungkap Direktur RSUD Sultan Suriansyah, Muhammad Syaukani, Sabtu (3/2/2024).

Menurutnya, rata-rata kasus DBD itu paling banyak diderita anak rentang usia 5-13 tahun dan terkecil di bawah 5 tahun atau balita.

Gejala DBD ini umumnya demam tinggi, mual, muntah, nyeri otot dan sakit kepala. Sampai nanti trombositnya sudah mulai turun bisa muncul perdarahan, misal bintik-bintik merah di kulit.

“Jadi sebenarnya untuk gejala sendiri tidak ada perubahan. Namun memang kadang-kadang ada gejala seolah-olah bukan DBD” katanya.

Misalnya pada fase penyembuhan ada muncul ruam-ruam seperti campak di bagian tubuh pasien.

“Jadi gejala muncul ruam-ruam dikira campak ternyata pas diperiksa DBD,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terjadinya double infection yang mana penderita DBD juga terkena demam tifoid.

“Sehingga gejalanya yang lebih dominan mungkin demam tifoid (infeksi bakteri di pencernaan). Padahal sebenarnya kasusnya DBD oleh terjadi double infection waktunya hampir bersamaan kenanya,” tuturnya.

Lonjakan kasus DBD saat ini tentunya perlu diwaspadai masyarakat. Apalagi baru-baru tadi salah satu Kabupaten di Kalsel yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Mengenai hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui layanan fasilitas kesehatan sudah melakukan antisipasi.

Di RSUD Sultan Suriansyah sendiri sudah menyiapkan dokter spesialis dan perawat yang siap menangani pasien DBD.

“Kemudian untuk ruangan tentu akan dipersiapkan dan segala sesuatunya, misalnya terjadi kasus KLB DBD,” tuturnya.

Tentunya ia berharap kasus DBD di Kota Seribu Sungai tidak sampai KLB. Seiring pemerintah dan masyarakat mau berupaya bersama-sama dalam upaya pencegahannya.

“Paling penting menjaga kebersihan melalui pemberantasan sarang nyamuk karena itu yang paling efektif,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Reses DPRD Kota Banjarmasin Serap Keluhan Warga, Pelayanan dan Jaminan Kesehatan, Bantuan Sosial serta Perbaikan Infrastruktur Jadi Sorotan

29 Juli 2026 - 23:42 WITA

Lensa Foto Kegiatan DPRD Banjarmasin Edisi Bulan Juli 2026

28 Juli 2026 - 23:55 WITA

Sambut HUT RI ke-81, Pemko Banjarmasin Gelar Apel Pencanangan Pembagian Bendera Merah Putih

27 Juli 2026 - 10:38 WITA

Komitmen Lindungi Anak dari Perundungan dan Kekerasan, Pemko Banjarmasin Peringati Hari Anak Nasional ke-42

23 Juli 2026 - 10:40 WITA

Turun ke Lapangan, Wali Kota Pastikan Proyek Titian Sungai Lulut Bermutu

16 Juli 2026 - 11:00 WITA

​Wali Kota Tinjau Jalan Ambles di Veteran KM 5,5, Dorong Penanganan Cepat

15 Juli 2026 - 11:02 WITA

Trending di Banjarmasin