terasbanua.my.id, Malang – Sebelum saya membahas dampak dari global warming di Indonesia hendaknya kita mengetahui apa itu global warming dan bagaimana global warming dapat terjadi.
Menurut NASA, global warming merupakan pemanasan dengan jangka waktu panjang yang terjadi di permukaan bumi hal tersebut telah diamati sejak periode pra-industri (antara 1850 dan 1900) akibat dari ulah manusia, yakni pembakaran bahan bakar fosil seperti gas alam, batu bara, minyak bumi, dan lain sebagainya.
Pembakaran tersebut menghasilkan CO2 (karbon dioksida) dan berbagai macam gas yang biasa kita sebut, gas rumah kaca. Lalu peningkatan efek gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer tersebut menimbulkan masalah baru yakni perubahan iklim.
Sedangkan perubahan iklim sendiri merupakan perubahan dalam pola cuaca dengan jangka waktu yang cukup panjang. Perubahan tersebut akan menentukan iklim lokal, regional, dan global Bumi. Perubahan iklim pada mulanya bersifat secara alamiah tetapi menurut PBB sejak tahun sekitar 1800-an pemicu utama perubahan iklim ini tidak lain dan tidak bukan merupakan ulah manusia berusaha merusak lingkungan hidup. Perubahan ini memiliki berbagai efek yang diamati yang identik dengan istilah tersebut.
Seperti yang kita tahu Indonesia menjadi negara dengan penghasil emisi karbon dioksida terbesar kedelapan di dunia. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia sering kali mengalami kebakaran hutan entah itu disengaja maupun tidak.
Alasan lainnya karena masyarakat Indonesia rata-rata menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitasnya hal tersebut dikarenakan tidak meratanya fasilitas umum di Indonesia serta harga kendaraan bermotor yang relatif murah dan dapat dijangkau oleh hampir semua kalangan. Limbah dan asap pabrik merupakan penyumbang emisi karbon dioksida terbesar.
Kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki pemikiran
“Jika saya masih bisa menghirup oksigen hingga saat ini maka global warming dan perubahan iklim bukanlah hal yang begitu penting”.
Padahal jika isu terkait global warming dan perubahan iklim ini terjadi secara terus menerus tanpa adanya kesadaran diri dari manusia untuk melindungi bumi maka oksigen yang sehat dan tanpa ada kontaminasi zat zat lainnya lama kelamaan tidak akan dapat kita hirup kembali.
Pada tahun 2021 Indonesia menyumbang emisi gas rumah kaca sebanyak 259,1 juta ton karbon dioksida dan diperkirakan akan terjadi peningkatan di tahun 2030 sebesar 334,6 juta ton karbondioksida.
Sebagai masyarakat Indonesia sudah sebaiknya jika kita sadar jika dampak yang ditimbulkan dari adanya global warming di Indonesia ini sudah cukup banyak.
Perubahan cuaca yang tidak menentu jika musim hujan, maka akan terjadi hujan yang berkepanjangan hingga menimbulkan banjir dan tanah longsor, dibeberapa kota di Indonesia dan jika musim panas, maka akan timbul kebakaran hutan parah dibeberapa kota yang memiliki hutan di Indonesia.
Satwa liar dihutan akan stress dan tidak dapat tempat hidup lagi jika kebakaran hutan terus menerus terjadi. Abrasi dipantai juga akan terus menerus meningkat pada beberapa wilayah pantai dikarenakan pada saat musim dingin akan semakin dingin. Pembuangan sampah serta limbah pabrik di sungai serta laut juga turut menjadi penyebab penyumbangan efek gas rumah kaca.
Jika emisi karbon dioksida tidak segera dikurangi maka bumi kita lama-lama menjadi sakit dan tidak layak untuk kita tinggali lagi akibat dari ulah kita sendiri. Maka dari hendaknya kita mulai melakukan hal-hal kecil yang bisa mengurangi emisi gas karbon ini seperti, mencabut atau mematikan peralatan listrik apabila sedang tidak di gunakan. Atau jika fasilitas kendaraan umum di kota kita sudah ada dan memadai maka hendaknya kita beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaaran umum.
Kita juga dapat melakukan penanaman pohon kembali untuk menyerap karbon dioksida yang kita keluarkan. Sebaiknya juga kita mulai membawa kantong belanja sendiri dari rumah jika ingin berbelanja dan apabila kita hendak menongkrong di cafe yang cara penyajian minuman atau makanannya dengan menggunakan gelas plastik atau bungkus plastik maka sebaiknya kita membawa tumblr sendiri dari rumah supaya sampah plastik di bumi ini tidak semakin banyak. (*)
Penulis : Radhwa Ananda
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang






