Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Nasional · 15 Mei 2023 19:39 WITA ·

badge-check

Reporter

OPINI : Pembangunan Infrastruktur di Era Jokowi Hanya Mitos?


 Ayu Nitiraharjo, pemerhati politik dan perempuan. Perbesar

Ayu Nitiraharjo, pemerhati politik dan perempuan.

terasbanua.my.id, Jakarta – Setelah video kerusakan jalan di Lampung yang dibuat oleh Tiktoker Yudho Saputro viral di media sosial, perhatian netizen terhadap kualitas jalan di Indonesia meningkat. Bukan hanya di wilayah Lampung, tapi juga di daerah-daerah lain di Indonesia.

Provinsi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, hingga daerah Kalimantan jadi perhatian warganet. Beberapa netizen mengatakan bahwa jalan rusak bukan hanya terjadi di Lampung saja. Jalanan umum rusak terjadi, karena Presiden Jokowi memang tidak banyak membangun jalan umum di masa pemerintahannya yang berjalan hampir 10 tahun.

Benarkah tudingan bahwa Presiden Jokowi tidak membangun jalan yang memadai selama memimpin? Padahal selama ini Presiden Jokowi mengklaim bahwa pembangunan infrastruktur jadi perhatian serius di era pemerintahannya.

Untuk membuktikan benar atau tidaknya pernyataan netizen tersebut, tentu saja harus berdasar data. Tidak bisa sebatas klaim semata. Bila melihat data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik, ternyata pembangunan jalan umum non-tol di masa pemerintahan Presiden Jokowi, jauh dibanding masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di masa pemerintahan SBY, total jalan umum (nasional, provinsi, dan kabupaten/kota) yang dibangun sepanjang 144.825 kilometer. Sementara di masa pemerintahan Jokowi yang berlangsung selama Sembilan tahun, total jalan yang dibangun 30.613 kilometer. Jadi bila dibandingkan, total jalan yang dibangun di masa Jokowi hanya sekitar seperlima dari total jalan yang dibangun SBY.

Bukan hal yang mengherankan bila selama pemerintahan Presiden Jokowi banyak jalan yang rusak dan banyak keluhan dari warga. Faktanya, memang jalan yang dibangun dalam waktu hampir 10 tahun jumlahnya tidak terlalu banyak. Jauh dibanding di masa kepemimpinan Presiden SBY.

Lantas mengapa di masa Presiden Jokowi seolah-olah pembangunan infrastruktur berjalan terus menerus tanpa henti. Padahal faktanya pembangunan jalan umum saja jumlahnya jauh di bawah pemerintahan SBY? Ada beberapa hal yang bisa menjawab hal ini.

Pertama adalah terkait tampilnya presiden pada peresmian jalan. Bila melakukan kilas balik berita peresmian jalan, Presiden Jokowi hampir selalu hadir saat peresmian jalan, khususnya jalan tol. Presiden Jokowi dengan helm proyek sering sekali tampil di pemberitaan. Sementara hal tersebut jarang dilakukan Presiden SBY.

Kedua adalah dorongan kampanye di media sosial. Presiden Jokowi selalu mengupdate dirinya sedang berada di lapangan untuk meninjau proyek. Konten jenis ini termasuk paling sering tampil di media sosial Presiden Jokowi. Jadi masyarakat mencitrakan bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif.

Sementra Presiden SBY tidak mengoptimalkan hal ini. Meskipun pembangunan jalan jauh lebih banyak di masa pemerintahannya, tapi rakyat kurang melihatnya, karena memang tidak di-blow up secara masif. Di depan media, Presiden SBY lebih sering menjelaskan kondisi ekonomi makro.

Melihat fakta di atas, sudah jelas pembangunan infrastruktur di era Presiden Jokowi tidak lebih baik dibading era Presiden SBY. Bila jalan umum jadi acuannya, pembangunan infrastruktur di masa Presiden SBY jelas jauh lebih baik.

Dari kebijakan yang diambil pemerintahan Presiden SBY dan Presiden Jokowi, kita juga bisa menilai orientasi kedua presiden juga berbeda. Bila Presiden SBY lebih fokus di jalan umum non-tol yang bisa dinikmati semua kalangan, Presiden Jokowi lebih berorientasi pada jalan tol berbayar yang hanya dinikmati oleh sebagian orang. Tak heran, pembangunan jalan umum justru terasa terabaikan di masa Presiden Jokowi.

Dari kasus jalan rusak di Lampung dan berbagai daerah di Indonesia, rasanya benar pendapat netizen. Pembangunan infrastruktur untuk rakyat umum, rasanya tidak terlalu banyak dilakukan oleh Presiden Jokowi. Tapi bila pembangunan infrastruktur untuk para pengusaha dan golongan kelas menengah atas yang bisa membayar seperti pengguna tol, memang cukup masif dilakukan.

Semoga, pemimpin terpilih di 2024, lebih memperhatikan infrastruktur yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum ketimbang hanya memanjakan sebagian golongan saja.

Artikel ini telah dibaca 113 kali

Baca Lainnya

Bernuansa Klasik Modern, Pia Hotel Bandung Tawarkan Promo Menarik di Anniversary ke 33

2 Juli 2025 - 16:05 WITA

Telkomsel Bagikan Hewan Kurban ke Lebih dari 600 Titik Prioritas di Seluruh Penjuru Indonesia, Sambungkan Senyuman di Momen Iduladha 1446 H

7 Juni 2025 - 14:47 WITA

Telkomsel Siaga 2025, Siapkan Jaringan di Kalimantan untuk Konektivitas Tanpa Gangguan

19 Maret 2025 - 14:32 WITA

Kafilah FASI Kalsel Siap Torehkan Prestasi Terbaik Bagi Banua di FASI Nasional ke 12

24 Oktober 2024 - 22:57 WITA

Demokrat Dukung KPU Terbitkan PKPU yang Sejalan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi

24 Agustus 2024 - 17:18 WITA

H Muhidin-Hasnuryadi Kantongi SK Demokrat, Ibnu Sina : Mari Kita Kawal dan Menangkan

20 Juli 2024 - 11:11 WITA

Trending di Banjarmasin