terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada pemandangan berbeda di debat terakhir Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yang berlangsung di Gedung Chandra pada Sabtu (16/11/2024) malam.
Terlihat dari setting panggung dan jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin nampak mengenakan baju adat Banjar.
Mengenai hal itu, Ketua KPU Kota Banjarmasin, Rusnailah mengatakan memang sengaja dibikin beda pada debat ketiga itu.
“Kami ingin malam ini menunjukan benar-benar Banjarmasin dimulai dari semua paslon naik jukung dengan background Menara Pandang yang merupakan maskot kita yang ditunjukan dilayar,” ucap Rusnailah kepada awak media seusai acara debat ketiga, Sabtu (16/11/2024) malam.
Baju adat Banjar dikenakan pihaknya lanjut Rusnailah, bertujuan untuk mengingatkan budaya banua sendiri kepada masyarakat.
Dalam debat terakhir ini, ia optimis masyarakat sudah memiliki gambaran untuk memilih paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin di hari pencoblosan nanti.
Mengingat sudah tiga agenda debat yang diselenggarakan selama ini dengan tema yang berbeda-berbeda setiap kali debat. Tentunya visi misi dan program masing-masing paslon sudah tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat.
“Saya rasa masyarakat itu sudah bisa mendapatkan gambaran pasangan mana yang sekiranya memiliki visi misi dan program yang bisa menjawab tantangan di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Tentunya dirinya ingin semua masyarakat nantinya memiliki keinginan untuk memberikan hak suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tanggal 27 November 2024 mendatang.
Mengingat dari satu hak suara itu mampu menentukan nasib Kota Banjarmasin untuk lima tahun ke depan.
“Jadi harapan kami warga Kota Banjarmasin bisa meluangkan waktunya 5 menit untuk masuk ke bilik suara untuk memberikan hak suaranya dengan hati tulus dan bergembira,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






