Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 27 Des 2023 10:53 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Kasus Varian Baru Covid-19 Muncul di Jakarta, Banjarmasin Bersiap Antisipasi


 Ilustrasi virus varian baru Covid-19 JN.1. (ist). Perbesar

Ilustrasi virus varian baru Covid-19 JN.1. (ist).

terasbanua.co.id, Banjarmasin – Kasus Covid-19 kembali muncul di sejumlah wilayah Indonesia dengan varian terbaru JN.1.

Bagaimana dengan Kota Banjarmasin? Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda mengungkapkan saat ini masih belum ditemukan kasus tersebut.

Kendati demikian, pihaknya tidak ingin menganggap remeh terhadap penularan dari virus varian baru Covid-19 tersebut.

“Jadi kita tetap waspada karena di Jakarta dan daerah lain sudah ada yang ditemukan,” ucap Tabiun, Selasa (26/12/2023).

Mengenai hal itu lanjut Tabiun, pihaknya sudah bersiap antisipasi dalam menghadapi kemungkinan penularan yang terjadi.

Berkaca dari pengalaman penanganan terhadap virus asal Cina itu yang telah dilakukan Kota Banjarmasin sebelumnya.

“Artinya kita sudah siap untuk penanganan virus ini, mulai alat dan nakes sudah berpengalaman,” ujarnya.

Menurutnya varian baru yang saat ini mulai menyebar tentu memiliki daya resiko yang lebih ringan karena sudah beregenerasi sejak 2019 lalu.

Namun gejala yang dialami oleh penderita tidak jauh berbeda dengan varian yang ada terdahulu, seperti batuk, sesak nafas.

“Semakin beregenerasi semakin lemah, tapi gejalanya masih ada seperti batuk, sesak napas, demam dan lainnya. Tidak seperti varian alpha atau delta yang dulu, yang kalau tertular bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.

Indonesia sendiri lanjutnya, saat ini memasuki masa endemi bukan lagi pandemi. Dimana pandemi itu menyeluruh dan mematikan. Sekarang virus itu banyak tapi tidak mematikan.

Disisi lain, meski tak ada temuan kasus. Namun ada ratusan warga Banjarmasin menderita pneumonia atau penyakit gangguan paru-paru yang cenderung menyerang anak-anak sampai dewasa.
Berdasarkan dari data terakhir milik pihaknya pada bulan Oktober lalu ada 186 kasus dan turun menjadi 148 kasus di November.

“Warga Banjarmasin banyak terserang pneumonia, penderitanya banyak anak-anak gejalanya seperti batuk, demam,” tutupnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Reses DPRD Kota Banjarmasin Serap Keluhan Warga, Pelayanan dan Jaminan Kesehatan, Bantuan Sosial serta Perbaikan Infrastruktur Jadi Sorotan

29 Juli 2026 - 23:42 WITA

Lensa Foto Kegiatan DPRD Banjarmasin Edisi Bulan Juli 2026

28 Juli 2026 - 23:55 WITA

Sambut HUT RI ke-81, Pemko Banjarmasin Gelar Apel Pencanangan Pembagian Bendera Merah Putih

27 Juli 2026 - 10:38 WITA

Komitmen Lindungi Anak dari Perundungan dan Kekerasan, Pemko Banjarmasin Peringati Hari Anak Nasional ke-42

23 Juli 2026 - 10:40 WITA

Turun ke Lapangan, Wali Kota Pastikan Proyek Titian Sungai Lulut Bermutu

16 Juli 2026 - 11:00 WITA

​Wali Kota Tinjau Jalan Ambles di Veteran KM 5,5, Dorong Penanganan Cepat

15 Juli 2026 - 11:02 WITA

Trending di Banjarmasin