terasbanua.co.id, Banjarmasin – Kasus Covid-19 kembali muncul di sejumlah wilayah Indonesia dengan varian terbaru JN.1.
Bagaimana dengan Kota Banjarmasin? Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda mengungkapkan saat ini masih belum ditemukan kasus tersebut.
Kendati demikian, pihaknya tidak ingin menganggap remeh terhadap penularan dari virus varian baru Covid-19 tersebut.
“Jadi kita tetap waspada karena di Jakarta dan daerah lain sudah ada yang ditemukan,” ucap Tabiun, Selasa (26/12/2023).
Mengenai hal itu lanjut Tabiun, pihaknya sudah bersiap antisipasi dalam menghadapi kemungkinan penularan yang terjadi.
Berkaca dari pengalaman penanganan terhadap virus asal Cina itu yang telah dilakukan Kota Banjarmasin sebelumnya.
“Artinya kita sudah siap untuk penanganan virus ini, mulai alat dan nakes sudah berpengalaman,” ujarnya.
Menurutnya varian baru yang saat ini mulai menyebar tentu memiliki daya resiko yang lebih ringan karena sudah beregenerasi sejak 2019 lalu.
Namun gejala yang dialami oleh penderita tidak jauh berbeda dengan varian yang ada terdahulu, seperti batuk, sesak nafas.
“Semakin beregenerasi semakin lemah, tapi gejalanya masih ada seperti batuk, sesak napas, demam dan lainnya. Tidak seperti varian alpha atau delta yang dulu, yang kalau tertular bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.
Indonesia sendiri lanjutnya, saat ini memasuki masa endemi bukan lagi pandemi. Dimana pandemi itu menyeluruh dan mematikan. Sekarang virus itu banyak tapi tidak mematikan.
Disisi lain, meski tak ada temuan kasus. Namun ada ratusan warga Banjarmasin menderita pneumonia atau penyakit gangguan paru-paru yang cenderung menyerang anak-anak sampai dewasa.
Berdasarkan dari data terakhir milik pihaknya pada bulan Oktober lalu ada 186 kasus dan turun menjadi 148 kasus di November.
“Warga Banjarmasin banyak terserang pneumonia, penderitanya banyak anak-anak gejalanya seperti batuk, demam,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






