terasbanua.com, Banjarmasin – Progres proyek pengerjaan Jembatan Sulawesi II sekarang ini sudah berjalan di atas 60 persen.
Saat ini pengerjaannya fokus pada pemasangan girder beton melengkung jembatan yang diperkirakan akan selesai pada 15 hari ke depan.
“Mudah-mudahan kelima bentangannya selesai,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Dedy Hamdani saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/10/2022).
Dedy menerangkan dalam pengerjaan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Pasar Lama dan Sungai Jingah itu ada sekitar 30 segmen yang bakal dipasang.
Tak dipungkirinya, dalam pengerjaannya proyek jembatan tersebut sedikit berbeda dengan menggunakan girder baja.
Mengingat girder yang digunakan berbahan beton yang mana setiap satu bentang itu ada lima segmen yang dipasang.
“Jadi agak lama pemasangan karena harus pas dan itu berat makanya saat pengerjaan harus kehati-hatian,” terangnya.
Ia menjelaskan untuk girder baja pada jembatan melengkung sendiri tidak ada, sehingga pengerjaan proyek ini menggunakan girder beton.
Di samping itu, sesuai arahan pimpinan untuk jembatan yang terbentang di atas sungai harus dibuat dengan bentuk melengkung.
“Karena di Kota Banjarmasin masih ada transportasi sungai. Makanya jembatan di buat melengkung agar bisa lewat,” paparnya.
Di sisi lain, diakuinya memasuki musim penghujan saat ini cukup berpengaruh pada pengerjaan proyek jembatan kembar itu.
Meskipun begitu, ia tetap optimis jembatan yang telah dinanti-nanti warga setempat itu akan rampung pada akhir tahun ini.
“Kalau target sih sebelum Desember sudah bisa rampung lah. Tapi kalau dijadwal Desember,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, proyek pengerjaan jembatan yang sudah mulai dikerjakan pada Juli 2022 lalu ini menelan biaya sekitar Rp. 15 miliyar.
Hamdiah






