terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di tengah berkembang pesatnya pembangunan di Kota Banjarmasin saat ini, sudah seharusnya perlu penataan jauh lebih baik lagi ke depan.
Mengingat ada dampak yang ditimbulkan dari pembangunan itu, hingga perlu penataan dengan baik untuk kelangsungan lingkungan hidup jangka panjang.
Contohnya seperti minimnya resapan air hingga berpotensi terjadi banjir apabila tidak diatasi dengan baik segera.
Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin bersama SKPD di Lingkup Pemko Banjarmasin telah melakukan penyusunan Rencana Pembanguan Daerah Jangka Panjang, melalui kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) di salah satu Hotel di Banjarmasin, Rabu (8/11/2023).
“Kita perlu kajian panjang untuk itu dan melakukan perencanaan untuk 20 tahun ke depan bersama SKPD terkait dalam hal kelangsungan lingkungan hidup,” ucap Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love di sela-sela kegiatan tersebut.
Bagaimana penataan pola pembangunan kota 20 tahun ke depan. Kata Alive, hal itu perlu data valid yang dimilki SKPD terkait, oleh sebab itu moment rapat tersebut melibatkan SKPD dan Ini perlu sinergitas agar tatanan Kota terjaga untuk kelangsungan lingkungan hidup.
Seperti apa yang sudah terjadi katanya, sungai di Banjarmasin sudah dangkal, kualitas air sungai sudah menurun, pemukiman sudah padat, eksplorasi pembangunan perumahan juga memadati dan memaksa ruang hijau semakin tergerus. Kemudian ada juga daerah di kota ini yang sudah padat dengan bangunan.
“Hampir semua sektor, kondisi tatanan lingkungan hidup di Banjarmasin mengkhawatirkan. Kita perlu data SKPD terkait untuk mengurangi dampak pembangunan kota,” katanya.
Ditambahkan Alive, bahwa jumlah penduduk Kota Banjarmasin ideal maksimal 600 sampai 700 ribu penduduk dari luasan 98,46 meter kubik, Jika melebihi itu maka pengaruh kepada lingkungan hidup sangat kuat.
Belum lagi ditambah minimnya ruang terbuka hijau di Banjarmasin yang hanya 4 persen saja. Sedangkan Kementerian Lingkungan Hidup meminta 30 persen RTH.
“Penduduk Banjarmasin ada sekitar 700 ribu jiwa dan bangunan terus bertambah, ini perlu diatur dalam rancangan 20 tahun ke depan,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






