terasbanua.co.id, Banjarmasin – Tak dipungkiri infrastruktur di Kota Banjarmasin belum semua bisa diakses bagi penyandang disabilitas meski sudah ramah disabilitas. Contohnya di sektor pariwisata di Kota Banjarmasin.
Persoalan itu, tentunya jadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terutama infrastruktur pariwisata sungai yang masih belum memadai.
“Wisata susur sungai itu kita pikirkan bagaimana bisa akses bagi penyandang disabilitas,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Rabu (20/12/2023).
Menurut Ibnu, banyak hal yang perlu dipikirkan dalam pembangunan infrastruktur ramah disabilitas di sungai agar bisa diakses dengan aman.
Contohnya, akses para penyandang disabilitas ke transportasi sungai seperti kelotok. Maka shelter atau dermaganya harus ada akses untuk kursi roba.
“Membangun itu tidak murah. Tapi yang akan datang tetap kita jadikan kepedulian kita kepada ramah disabilitas sebagai bagian dari program pembangunan Kota Banjarmasin,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Kota Banjarmasin, Muhammad Syahreza mengatakan pembangunan shelter-shelter sungai di Kota Banjarmasin sudah akses bagi penyandang disabilitas.
“Dimana dalam pembangunan itu Dishub (Dinas Perhubungan) itu melibatkan kami dari Kaki Kota agar shelter yang dibangun sesuai standar bagi penyandang disabilitas,” papar Reza.
Hanya saja PR Pemko Banjarmasin saat ini lanjut Reza, tinggal memodifikasi transportasi sungainya agar aman bagi penyandang disabilitas saat dinaiki.
Selain itu, menurutnya harus ada ram portabel untuk bisa dilintasi penyandang disabilitas tuna daksa.
“Kenapa ram portabel karena menyesuaikan pasang surut air,” ujarnya.
Namun yang terpenting lanjutnya, setiap shelter atau dermaga itu harus ada petugas pendamping yang berjaga.
“Artinya Dishub harus memberikan pelayanan seperti porter itu membantu mereka naik ke kelotok karena tidak semua penyandang disabilitas bisa melakukan sendiri seperti tuna daksa itu,” paparnya.
Pasalnya, di negara-negara maju dengan infrastruktur ramah disabilitas seperti Jerman, dan Inggris telan mempekerjakan petugas khusus untuk membantu penyandang disabilitas menaikan transportasi.
“Di bus-bus mereka itu selain sopir ada petugas lain yang membantu penyandang disabilitas seperti menggunakan kursi roda itu naik ke dalam bus,” ungkapnya.
Ia berharap Kota Banjarmasin juga bisa melakukan hal serupa. Apalagi sudah berkomitmen sebagai kota inklusi.
“Saya harap secara bertahap Kota Banjarmasin bisa menuju kesana dan lebih baik lagi sebagai kota inklusi,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






