terasbanua.co.id, Banjarmasin – Berbagai lomba kreatifitas anak digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional di Kota Banjarmasin.
Peserta yang mengikuti lomba itu adalah anak-anak penyandang disabilitas di kota yang memiliki julukan Seribu Sungai.
Penyerahan piala penghargaan terhadap pemenang dilakukan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Minggu kemarin (17/12/2023) bertempat di area lahan rawa Wetland Square.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini yang digelar Sahabat Difabel Banjarmasin bersama Yayasan Pensil Wajah Indonesia Kota Banjarmasin sebagai bentuk keperpihakan kita kepada penyandang disabilitas,” ucap Ibnu usai menyerahkan piala penghargaan.
Ibnu menuturkan kegiatan lomba itu tentunya memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas untuk bisa tampil dihadapan publik.
“Hasil-hasil itu bisa kita lihat dari penampilan mereka tadi, seperti dance, senam, dan mewarnai yang diperlombakan,” kata Ibnu.
Menurutnya hal itu tak lepas dari peran orang tua yang telah tekun dan berhasil mendidik anak-anaknya sebagai generasi emas Kota Banjarmasin ke depan.
“Sudah seharusnya kita support mereka,” ujarnya.
Selama ini lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berbenah dalam pembangunan agar bisa diakses para penyandang disabilitas.
Diantaranya, pembangunan trotoar, transportasi darat serta pelayanan publik yang sudah ramah disabilitas.
“Hanya yang belum itu tempat-tempat wisata yang belum bisa diakses mereka. Cuman memang fasilitas seperti dermaga itu sudah ramah tapi belum akses,” tuturnya.

Menurutnya perlu rancangan desain khusus agar bisa diakses para penyandang disabilitas tanpa membahayakan mereka. Contohnya seperti wisata susur sungai.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pensil Wajah Indonesia Kota Banjarmasin, Hawa Ahda mengatakan peringatan Hari Disabilitas Internasional rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Namun memang kali ini ada rangkaian lomba yang digelar.
“Kita ingin menyalurkan dan mengembangkan bakat dari teman-teman penyandang disabilitas melalui lomba-lomba kreatifitas tadi,” kata Hawa.
Menurutnya, kreatifitas para penyandang disabilitas sudah seharusnya dipupuk dari sejak dini dengan harapan bisa menjadi prestasi.
“Kita tidak hanya menjembatani hak-hak mereka saja, tapi bagaimana mereka bisa berprestasi dari bakat yang mereka miliki,” paparnya.
Melalui perlombaan yang dilaksanakan itu, ia berharap bisa menumbuhkan kesadaran dari organisasi maupun yayasan penyandang disabilitas akan pentingnya mengarahkan ke bidang kreatifitas berprestasi.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






