terasbanua.com, Banjarmasin – Meskipun Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan kepada seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup pada masyarakat.

Namun nyatanya instruksi tersebut belum diberlakukan oleh beberapa Apotek yang ada di Kota Banjarmasin.
Terpantau di salah satu apotek obat di Kota Banjarmasin masih bebas menjual obat sirup khususnya pada anak-anak.
Bagian Penyedia Obat di salah satu Apotek di Kota Banjarmasin, Ahmad Yadi Badali mengaku masih belum menerima Surat Edaran (SE) dari Kemenkes mengenai instruksi baru itu. Sehingga untuk saat ini, pihaknya masih menjual bebas obat sirup.
“Kita masih menunggu. Apabila SE dikeluarkan dan kami terima. Baru kami stop penjualannya,” ucapnya saat dikonfirmasi terasbanua.com, Rabu (19/10/2022).
Sebelumnya, kabar mengenai instruksi larangan penjualan sementara obat sirup, sudah diketahui pihaknya sejak kemarin (18/10/2022) melalui berita yang beredar.
Namun lanjutnya, untuk mengikuti instruksi tersebut harus disertai dengan keterangan yang jelas mengenai jenis obat sirup seperti apa yang dilarang melalui SE yang diterima nanti.
Mengingat jenis obat sirup anak itu banyak macamnya dan tingkatannya. Apalagi hampir semua obat sirup anak mengandung paracetamol.
“Kita tidak tahu yang dilarang obat sirup jenis apa saja. Apa obat sirup paracetamol saja atau sirup lainnya dan kandungan apa saja yang dilarang,” terangnya.
Untuk saat ini, penjualan obat sirup anak khususnya jenis obat pilek, batuk, dan penurun panas cukup tinggi. Mengingat sekarang ini, di Indonesia tengah memasuki musim pancaroba.
“Ya lumayan banyak penjualannya karena kondisi musim sekarang,” pungkasnya.
Sebelumnya, diketahui telah dilaporkan ada sebanyak 192 kasus anak-anak di Indonesia yang mengalami gagal ginjal akut misterius dan terindikasi penyebabnya adalah penggunaan obat sirup.
Sehingga Kemenkes mengeluarkan instruksi larangan penjualan obat sirup kepada seluruh Apotek sampai penyelidikan selesai.
Tentunya hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan atas temuan gagal ginjal akut misterius yang mayoritas menyerang usia anak.
Hamdiah






