terasbanua.my.id, Banjarmasin – Imbas refocusing anggaran, beberapa kegiatan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin terpaksa ditunda.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi mengungkapkan dampak refocusing kebanyakan pada kegiatan fisik dan belanja modal.
“Namun yang skala prioritas tidak terbuat dalam refocusing,” ucap Nuryadi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Senin (25/11/2024).
Kegiatan fisik yang terkena refocusing adalah pembangunan sekolah dengan anggaran di atas Rp. 500 juta. Misalnya pembangunan laboratorium atau perpustakaan di sekolah.
“Nah ini memang sifatnya tidak mendesak hingga terkena refocusing,” imbuhnya.
Menurutnya, terjadi refocusing tidak terlalu mengganggu kegiatan Disdik Kota Banjarmasin karena tentunya lebih memilah kepada sifatnya yang lebih prioritas hingga didahulukan.
Selanjutnya, beberapa kegiatan yang terdampak refocusing bisa dilaksanakan di tahun depan atau pada Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) perubahan jika memungkinkan.
Sementara untuk pagu anggaran tahun 2024 pihaknya mendapat sekitar Rp. 58 miliar yang telah terpangkas dari refocusing mencapai 60 hingga 70 persen.
Hal itu disebabkan karena adanya hutang yang belum dibayarkan kegiatan di tahun 2023 sekitar Rp. 97 hingga 98 miliar.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






