terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperbolehkan masyarakat untuk merayakannya.
Kendati demikian, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tetap menghimbau kepada masyarakat agar tidak merayakan secara euforia terutama pada pergantian tahun baru.
“Jangan sampai dirayakan bebas tanpa aturan,” ucap Ibnu saat ditemui awak media seusai Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Selasa (13/12/2022).
Selain itu, walaupun saat ini Kota Banjarmasin berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Tetap saja Ibnu meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan, seperti menghindari kerumuman. Guna mengurangi adanya potensi penularan virus Covid-19 yang memang masih belum usai.
Tidak hanya itu, orang nomor satu di kota berjuluk Seribu Sungai itu juga ingin di perayaan pergantian tahun itu bisa berjalan kondusif tanpa ada yang menyalakan petasan ataupun kembang api karena dikhawatirkan menimbulkan bahaya.
“Silahkan rayakan pergantian tahun baru. Sebaiknya manfaatkan momen itu untuk banyak-banyak berdoa dan bersyukur atas nikmat yang didapat di tahun baru 2022 dengan harapan di tahun 2022 lebih baik lagi,” tuturnya.
Dalam hal itu, pihaknya akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Nataru terkait panduan dan pelaksanaanya dengan menyesuaikan peraturan daerah yang sudah berlaku untuk ketertiban di Kota Banjarmasin.
Misalnya pada saat perayaan Natal yang termasuk hari besar atau hari raya umat Kristiani. Maka Tempat Hiburan Malam (THM) ditutup, jam operasional cafe dibatasi dan lainnya. Namun beda halnya dengan pergantian tahun baru yang mana ia hanya memberikan himbauan saja agar tidak merayakan secara euforia.
“SE itu kita serahkan kepada petugas ataupun personel di lapangan. Termasuk pelaku usaha dan dunia usaha lainnya,” katanya.
Di samping itu, ia membeberkan dalam waktu dekat pihaknya juga bakal mengelar cipta kondisi dengan melibatkan aparat gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan lainnya untuk melakukan patroli.
“Hampir 1.096 personel aparat gabungan yang kita turunkan untuk patroli cipta kondisi itu. Kita juga siapkan tenaga medis dan relawan yang ditempatkan di pos pengamanan ataupun pos pelayanan yang tersebar di enam titik,” paparnya.
Pengamanan untuk kondusifitas juga turut terpantau melalui CCTV yang terpasang di setiap sudut Kota Banjarmasin.
Adapun titik yang jadi pusat perhatian untuk pengamanan selama Nataru diantaranya adalah tempat ibadah khususnya gereja, pasar, tempat wisata dan tempat yang sering berkumpulnya orang banyak yang perlu diantisipasi.
Di singgung mengenai penjagaan di pembatasan atau pintu masuk Kota Banjarmasin. Ia menjawab tidak ada penjagaan sesuai aturan PPKM level 1.
“Tidak ada pos untuk masuk kota tapi tetap mengantisipasi,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






