terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus pembuangan bayi yang baru saja terjadi di Kota Banjarmasin, dinilai sangat memilukan.
Terlebih kasus itu terjadi di momentum Peringatan Hari Anak Nasional yang harusnya diwarnai dengan suasana ceria untuk mengapresiasi hak-hak anak.
Diketahui, pelaku yang tega membuang jasad bayi di sungai tepat di Kawasan Antasan Kecil Timur, Gang Keramat, Kecamatan Banjarmasin Utara pada Rabu (24/7/2024) lalu itu merupakan ibu kandung dan masih berstatus pelajar.
Menanggapi kasus itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina ikut prihatin. Apalagi sudah ada dua kasus serupa yang terjadi di Seribu Sungai dalam waktu sebulan ini.
Menurut Ibnu melatarbelakangi banyaknya dari kasus seperti tak lain karena pergaulan bebas anak-anak muda sekarang ini.
“Pergaulan yang melampaui batas antar anak perempuan dan laki-laki hingga terjadi hal-hal yang tidak diingkan. Saya rasa ini juga terjadi dimana-mana,” ungkap Ibnu, Sabtu (27/7/2024).
Ibnu mengatakan sebenarnya fenomena ini bisa dihindari dan diantisipasi melalui peran keluarga yang paling awal.
Penting lanjutnya, pondasi rumah tangga yang baik agar bisa memberikan perhatian dari orang tua kepada anak-anak.
“Jangan sampai anak-anak keluyuran tapi tidak dicari dan dipantau,” ujarnya.
Sementara dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin siap membantu menangani kasus seperti ini jika telah terjadi.
“Tentunya harus didampingi bahkan jika harus berhadapan hukum,” katanya.
Namun apabila kasus seperti berulang lanjutnya, perlu kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari DP3A Kota Banjarmasin melalui Satgas P3A untuk bergerak.
Di samping itu, ia mengajak seluruh pihak. Baik keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan dan lainnya ikut terlibat mencegah fenomena ini agar tidak terjadi lagi kasus pembuangan bayi di Kota Banjarmasin.
“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi, tapi memang kembali pada kepribadian masing-masing,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







