terasbanua.my.id, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina serahkan penghargaan Baiman Award kepada 44 pemuda inspiratif di Kota Seribu Sungai di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (24/10/2024).
Ibnu mengatakan penyerahan penghargaan ini tentunya salah satu dari rangkaian Youth Fest 2024 dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
“Apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan kepada pemuda yang selama ini ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Ibnu berharap penghargaan ini bisa memotivasi pemuda-pemuda untuk terus menginspirasi dan menjadi motivator bagi pemuda-pemuda lainnya.
Jangan sampai terhenti saat mendapatkan penghargaan lanjutnya, karena seharusnya penghargaan ini bisa jadi acuan atau mendorong mereka untuk lebih baik lagi.
“Makanya saya tadi ingatkan jangan terhenti di penghargaan karena ini tidak ada apa-apanya hanya memberikan pengakuan dan apresiasi,” tuturnya.
Terlebih, semua sudut Kota Banjarmasin merupakan ruang budaya dan kreativitas yang bisa dimanfaatkan para pemuda dalam berkreasi dan berpartisipasi ataupun berkolaborasi.
“Kita harap ini bisa memberi ruang mereka untuk selalu bisa mengembangkan kreativitasnya,” akhirnya.
Sementara itu, Muhammad Syahreza salah seorang penerima Baiman Award dengan Kategori Tata Kota dan Lingkungan mengaku apresiasi yang diberikan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin ini tentunya dirasa sangat spesial.
Menurut Reza dari penghargaan seperti ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pemuda di Kota Banjarmasin khususnya.
“Ini juga menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin adalah ruang kolaborasi untuk semua kalangan,” kata Reza.
Mendapat penghargaan sebagai Pemuda Inspiratif dalam Isu Tata Kota dan Inklusifitas di Kota Banjarmasin. Tentunya menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus berkembang menjadi lebih baik dan terus siap berpartisipasi dalam pembangunan kota.
Selama ini, dirinya bergelut aktif dalam organisasi pengembangan kota inklusif dan memperhatikan isu-isu perkotaan yang diisi para pemuda.
“Saya Reza founder Kaki Kota yang bergerak di bidang perkotaan inklusif dan partisipasi warga sebagai pelaku utama untuk pengembangan kota dan kolaborasi multi fungsi. Sejak tahun 2018 kami fokus pada isu perkotaan seperti lingkungan, kebencanaan, dan sosial,” paparnya yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kaki Kota.
Selama ini lanjutnya, ia bersama teman-teman pemuda di Kaki Kota berhasil mencetak pencapaian yang luar biasa. Salah satunya penghargaan melalui sayembara TUMI (Transformative Urban Mobility Initiatives) bersama Kota Kita Surakarta.
“Inisiasi yang kami ajukan dapat memperluas mobilitas kawan-kawan difabel di Banjarmasin melalui motor roda 3 yang dibuat sesuai kebutuhan mereka, serta Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di 2 Sekolah Inklusif di Kota Banjarmasin yang melibatkan siswa/i serta ABK dalam proses desainnya,” terangnya.
Tentunya dari pencapaian seperti ini, ia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bisa semakin peduli terhadap pemuda dan isu-isu tentang anak anak muda.
“Serta kita berharap pemko akan semakin membuka ruang kolaborasi bagi semua kalangan untuk terlibat dalam pembangunan Kota Banjarmasin ke depan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






