terasbanua.my.id, Banjarmasin – Guna meningkatkan hasil produksi beras lokal di Kota Banjarmasin, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin akan melakukan terobosan baru.
Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, M Makhmud menyebutkan terobosan baru itu adalah merubah cara penanaman padi dengan pola tanam lokal unggul atau unggul lokal.
“Pola itu akan kita terapkan di tahun 2023 ini. Mudah-mudahan di dukung iklim dan kondisi alam,” ungkap Makhmud kepada awak media, Senin (16/1/2023).
Menurutnya, penanaman benih unggul menggunakan pola terobosan baru itu bisa panen dua kali dalam setahun. Beda halnya penanaman benih lokal yang hanya bisa di panen satu kali dalam setahun.
Dalam hal itu lanjutnya, pihaknya akan membuat demplot untuk usaha tani dengan harapan bisa berhasil nantinya sehingga terus diterapkan. Tentunya melibatkan para kelompok tani yang sudah dibina pihaknya ataupun yang baru dirangkul.
Selain bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi beras lokal, tentunya juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan beras lokal yang saat ini ketersediannya terbatas akibatnya gagal panen yang terjadi sejak tahun 2021 lalu imbas musibah banjir rob serta hama yang menyerang lahan pertanian di Kota Banjarmasin.
“Ini juga untuk menekan terjadinya kenaikan inflasi pada beras lokal yang cukup tinggi sekarang ini,” ujarnya.
Di samping itu tak dipungkirinya, keberadaan lahan pertanian di Kota Banjarmasin lumayan sempit.
Pasalnya, luasan lahan pertanian yang tersedia hanya 2.069 hektar. Itu pun lanjutnya ada beberapa lahan yang sudah menurun tingkat kesuburan tanahnya.
Menurutnya, berkurangnya lahan pertanian di kota berjuluk Seribu Sungai sendiri karena banyak pengalihan fungsi lahan. Salah satunya perubahan lahan pertanian menjadi lahan untuk perumahan.
Selain itu, keberadaan perumahan yang berdampingan dengan lahan pertanian juga cukup berdampak karena limbah rumah tangga yang dihasilkan dapat mengganggu tingkat kesuburan tanah.
“Untuk itu kita upaya perluasan lahan pertanian dengan melakukan pembebasan lahan yang setiap tahunnya kita lakukan,” bebernya.
Di tahun 2022 saja, pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan hingga 6 hektar. Sedangkan di tahun 2021 lalu ada sekitar 1,3 hektar.
Untuk pembebasan lahan itu lanjutnya, dilakukan pada wilayah Banjarmasin Timur tepatnya di kawasan Sungai Lulut. Sedangkan Banjarmasin Selatan titiknya di kawasan Tanjung Pagar yang mana pada tahun 2022 lalu telah menghabiskan anggaran sekitar Rp. 8,6 miliyar.
“Tahun ini kita lakukan pembebasan lagi. Tapi kita pilih lahan yang berpotensial untuk ditanami. Itu mungkin kita anggaran di perubahan. Rencana 5 hektar untuk pembebasannya, untuk lokasinya masih belum ada,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






