terasbanua.my.id, Banjarmasin – Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam menurun angka inflasi di Kota Banjarmasin nampaknya membuahkan hasil.
Pasalnya, Kota Banjarmasin sudah dinyatakan keluar dari peringkat sepuluh besar kota dengan angka inflasi tertinggi pada tahun 2023. Dimana angka inflasi di Kota Banjarmasin sekarang hanya 6,08 persen.
Hal itu diungkapkan langsung Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar kepada awak media pada Kamis (2/2/2023).
“Dari peringkat 6 bulan November, Desember di peringkat 9 dan sekarang kalau tidak salah di peringkat 13,” ucap Tezar.
Menurut Tezar penurunan angka inflasi itu tidak lepas dari upaya yang sudah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi di Kota Banjarmasin yang terdiri dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Salah satunya Disperdagin Kota Banjarmasin yang melakukan pengendalian inflasi melalui kegiatan pasar murah maupun operasi pasar untuk memastikan ketersedian bahan pokok aman dengan harga tetap stabil.
“Khusus dari kami berupaya untuk penekanan harga seperti beras banjar, telur dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.
Tak dipungkirinya, pemicu tingginya angka inflasi di Kota Banjarmasin dikarenakan ketersediaan beras lokal atau beras banjar yang sekarang ini harganya cukup tinggi di pasaran karena kegagalan panen di tahun lalu.
Kendati demikian, pihaknya sudah mengatasi persoalan kebutuhan beras lokal itu melalui kerja sama yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sumbang beberapa waktu lalu.
Pasalnya, beras yang dihasilkan di daerah tersebut memiliki kemiripan dengan beras banjar sehingga diharapkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan beras lokal di Kota Banjarmasin.
“Dan Bupati Sumbang berjanji kebutuhan beras di Kota Banjarmasin selama inflasi akan disokong,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






