terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 tahun, di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu(17/8/2023).
Pasalnya, saat upacara pengibaran bendera merah putih. Nampak terlihat seluruh kepala Satuan Kerja Kepala Daerah (SKPD) dan tamu undangan berhadir mengenakan baju adat dari berbagai daerah Nusantara.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan pergelaran upacara kemerdekaan tahun ini lebih semarak karena mencerminkan beragamnya suku bangsa di Indonesia.
“Tercerminkan dari baju adat yang dikenakan baju adat Nusantara di masing-masing daerah,” ucap Ibnu seusai upacara.
Tentunya lanjut Ibnu, momentum hari kemerdekaan kali ini menunjukkan keberagaman dan keakraban bahwa warga Kota Banjarmasin itu hidup saling berdampingan dan rukun dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Ibnu, keragaman 32 suku bangsa yang ada tentunya menjadi spirit dari kemerdekaan itu sendiri yang bersatu dalam perbedaan.
“Pesan yang ingin disampaikan dibalik hari kemerdekaan ini bahwa Nusantara Baru Indonesia Maju itu diawali kita bersatu dalam perbedaan,” katanya.
Khusunya yang dimunculkan di Rumah Istana Garuda IKN, menurutnya bukanlah adat tertentu yang ditonjolkan.
Melainkan dari penggambaran Burung Garuda yang merupakan simbol dari Indonesia yang mengandung pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Itu adalah pilar-pilar bagi Indonesia ke depan menjelang 100 tahun Indonesia merdeka yang mana spirit itu ada di Kota Banjarmasin juga,” ujarnya.
Di samping itu, ia sangat mengapresiasi kepada seluruh kepala SKPD yang telah totalitas meramaikan hari kemerdekaan dengan baju adat yang dikenakan.
“Luar biasa, totalitasnya mereka tadi. Ada yang mengenakan baju adat dari Aceh sampai Papua,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






