terasbanua.my.id, Banjarmasin – Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin tengah melakukan pengerjaan renovasi pada sejumlah jembatan kecil yang berada di kawasan Kuin Kacil, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Kepala Bidang (Kabid) Jembatan dan Jalan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Dedy Hamdani mengungkapkan, renovasi jembatan itu untuk menunjang akses menuju lokasi wisata Kuin Kacil serta Pondok Pesantren yang berada di kawasan itu.
Mengingat sebelumnya, kondisi jembatan di kawasan itu cukup memprihatikan karena kebanyakan jembatan hanya berupa susunan kayu gelam dan hanya bisa dilintasi satu pengendara motor roda dua saja lantaran bentuk jembatannya yang kecil.
“Memang jalan sudah di aspal tapi jembatannya kondisinya masih kayu gelam. Makanya kita renovasi jembatan dengan bahan kayu ulin,” ucap Dedy kepada terasbanua.com, Selasa (8/11/2022).
Adapun renovasi jembatan sudah berjalan dan ada 7 jembatan yang dilakukan penanganan yang mana kondisinya hampir serupa.
Lebih lanjut, ia menjelaskan ada sekitar 28 jembatan yang terdapat di kawasan Kuin Kacil itu. Namun hanya 7 jembatan yang dilakukan penanganan karena memang kondisinya sudah parah dan sudah seharusnya direnovasi.
Untuk total dana anggaran renovasi itu sendiri, ia membeberkan telah menelan biaya sekitar Rp. 700 juta yang mana pengerjaan terbagi dalam tiga paket.
“Lebarnya sekitar 4 meter dan panjangnya sekitar 2 sampai 3 meter setiap jembatan karena kecil tapi sudah renovasi ini mobil bisa melintas,” ujarnya.
Diakuinya, dari 7 jembatan itu sudah ada sebagian yang sudah rampung dilakukan renovasi. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengerjaan.
“Targetnya November ini bisa selesai semua, walaupun kontrak itu targetnya itu Desember. Tapi kami harap akhir tahun ini sudah bisa dilintasi,” akhirnya.
Sementara itu, saat terasbanua.my.id meninjau ke lokasi langsung, Selasa (8/11/2022) terlihat baru tiga buah jembatan yang sudah rampung di renovasi. Sedangkan empat jembatan sisanya masih berproses.
Salah satu warga Kuin Kacil, Siti Hamnah (40) mengaku sangat senang dengan adanya kabar jembatan bakal di renovasi dan dilebari.
Mengingat selama ini, jembatan sangat kecil dan sedikit sudah dilintasi. Tak jarang ada saja warga yang menjadi korban terjatuh saat melintas, belum lagi saat hujan jembatan jadi licin.
“Karena sering dilintasi jadi sempat patah juga. Makanya senang kalau diperbaiki pakai kayu ulin seperti di depan itu,” tuturnya.
Diakuinya, dulu sebelum di aspal jalanan di kawasan itu, jembatan awalnya tidak kecil seperti sekarang.
“Sempat diganti batang kelapa jembatan ini sebelumnya, usai di aspal itu. Tapi ganti kayu gelam lagi. Saya berharap segeranya diperbaiki biar kami enak melintasi,” pungkasnya.
Hamdiah






