terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pasca dipasang CCTV di eks-TPS Pasar Kuripan, tumpukan sampah bukannya berkurang, malah sebaliknya kembali menggunung.
Sebelumnya, setelah ditempatkan CCTV dinkawasan itu, tumpukan sampah mulai berkurang. Ironisnya rendahnya kesadaran warga untuk tidak lagi membuang di eks TPS itu, membuat sampah kembali menumpuk.
Adi salah satu warga yang tinggal tak jauh dari Eks-TPS Pasar Kuripan mengatakan pemasangan CCTV tak berdampak apa-apa. Pasalnya, tumpukan sampah masih saja dijumpai.
“Seharusnya kalau sudah dipasangi CCTV yang tidak ada sampah lagi,” ucap Adi kepada terasbanua.my.id, Kamis (8/12/2022).
Apalagi menurutnya CCTV tidak hanya dipasang pada satu titik saja, melainkan di tiga titik yang berada di kawasan itu dan sudah terpasang kurang lebih dua minggu lamanya.
Maka dari itu, ia mempertanyakan fungsi dari pemasangan CCTV itu untuk apa. Jika nyatanya persoalan sampah di Eks-TPS Pasar Kuripan tak berakhir juga.
“Kalau sampah masih ada artinya tidak ada efek jera yang dijatuhkan pada oknum,” tuturnya.
Padahal lanjutnya, di Eks-TPS Pasar Kuripan itu sudah mulai ditata dengan baik. Namun dirusak dengan adanya pemandangan tumpukan sampah yang tak jarang jatuh ke sungai kecil yang berada di kawasan itu karena ditiup angin.
Ia juga menyayangkan jika benar solusi persoalan sampah dilakukan setengah-setengah saja. Mengingat pemasangan CCTV pada tiga titik di kawasan itu tentu tidak mengunakan anggaran yang sedikit.
“Ya harus tegas dan jangan setengah-setengah karena persoalan ini sudah lama ya. Jadi harus serius,” akhirnya.
Saat dikonfirmasi mengenai pemasangan CCTV di Eks-TPS Pasar Kuripan yang dipertanyakan tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Windiastika Kartika mengatakan CCTV yang dipasang di kawasan itu baru aktif tiga hari belakangan.
“Karena walau sudah dipasang tidak bisa langsung on karena kita membutuhkan jaringan internet dan listrik agar bisa berfungsi dan konek kan dengan database dari center dan pusat ke Kominfo,” terangnya.
Di singgung pemantauannya, Windi menuturkan bahwa pihaknya tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa stand by 24 jam berjaga untuk memantau.
Kendati demikian, dari jejak rekam di CCTV itu nantinya bisa digunakan untuk menjatuhkan sanksi kepada pelaku yang telah melanggar hukum. Seperti pembuangan sampah di kawasan Eks-TPS Pasar Kuripan.
“Karena CCTV bisa diakses semua orang. Makanya teman-teman kita dari Kepolisian dan Satpol PP bisa memantau juga,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






