Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 18 Nov 2023 19:17 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Tren Penyakit Diabetes di Banjarmasin, Banyak Menyerang Usia 30 ke Bawah


 Tren Penyakit Diabetes di Banjarmasin, Banyak Menyerang Usia 30 ke Bawah Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Jika dulunya tren penyakit diabetes melitus kebanyakan menyerang kelompok dewasa di atas usia 40 tahun. Maka kini penyakit gula itu bisa menyerang usia di bawah 30 tahun.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda penyebab banyaknya usia muda menderita diabetes dikarenakan pola atau gaya hidup tidak sehat.

Di samping, karena memang banyaknya makanan instan dan serba manis yang tersedia saat ini menjadi salah satu pemicunya.

“Untuk itu, kurangi makanan yang manis-manis, kurangi garam dan rubah pola hidup menjadi sehat,” ucap Tabiun di sela-sela Peringatan Hari Diabetes Melitus se-Dunia di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Sabtu (18/11/2023).

Di Kota Banjarmasin saja lanjutnya, penderita penyakit diabetes atau penyakit gula itu sudah ada belasan ribu jiwa.

Tercatat di tahun 2022 lalu, ada sebanyak 16 ribu jiwa yang menderita penyakit kronis tersebut. Sementara tahun 2023 ini dari data terakhir bulan September lalu sudah ada 11 ribu jiwa yang diabetes.

“Harapan kita bisa berkurang dari angka tahun lalu penderita diabetes ini melalui berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangannya,” katanya.
Upaya dilakukan Dinkes Kota Banjarmasin sendiri salah satunya melaksanakan screening terhadap orang beresiko diabetes melalui Posko Binaan Terpadu, Posyandu Lansia dan lainnya.

Melalui tindakan screening itu lanjutnya, dapat menemukan orang-orang beresiko diabetes sedini mungkin untuk dilakukan penanganan.

“Mereka yang terkena diabetes selalu kita awasi dan anjurkan minum obat rutin dan rutin dikontrol agar tidak komplikasi yang membahayakan mereka,” jelasnya.

Dimana komplikasi menjadi pemicu utama seorang penderita diabetes bisa meninggal dunia.

Penanggulangan penyakit diabetes nampaknya tak lepas dari perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Banjarmasin yang ikut terjun dalam penanganannya.

“Di Posko Binaan Terpadu dan Posyandu Lansia itu para kader diberdayakan untuk mendeteksi dini penyakit diabetes,” kata Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

DPRD Banjarmasin Sepakati APBD Perubahan 2026, Pembahasan APBD 2027 Mulai Berguli

15 September 2026 - 16:01 WITA

Lensa Foto Kegiatan DPRD Kota Banjarmasin Edisi Bulan September 2026

15 September 2026 - 15:57 WITA

Demokrat Kalsel Kirim Puluhan Utusan ke Puncak HUT ke-25 di GBK, Rully Rozano: Pesan AHY Jadi Energi Kader

10 September 2026 - 15:07 WITA

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Trending di Banjarmasin