terasbanua.my.id, Banjarmasin – Akses jalan titian di Gang Gusti Galuh, Jalan Panglima Batur, Kelurahan Sungai Mufti ambruk akibat hujan deras pada Jumat (3/11/2023) tadi.
Beruntungnya pada saat kejadian tidak ada warga yang melintas hingga tidak ada korban jiwa yang terdampak.
Ambruknya titian di cor beton itu menyebabkan jalan utama itu terputus karena kondisi itu warga berinisiatif membuat jalan darurat menggunakan kayu seadanya untuk bisa dilintasi dengan berjalan kaki.
Kepala Dinas Perumahaan Rakyat dan Penataan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengaku telah melakukan pengecekan terhadap titian rusak tersebut.
“Kita sudah memasang rambu-rambu di larang melintas untuk sementara warga menggunakan jalan alternatif dengan memutar dulu,” ucap Chandra, Senin (6/11/2023).
Meski sudah mencek ke lokasi, namun Chandra mengungkapkan perbaikan tidak bisa dilakukan segera di tahun ini.
Mengingat perbaikan pada titian itu direncanakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2024.
“Titian dengan kontruksi lantai beton ini akan dibangun ulang diawal tahun 2024 sepanjang 200 meter fisiknya,” kata Chandra.
Di beberkannya, sebelum ambruk sepanjang titian telah dicek pihaknya untuk rencana perbaikan itu. Namun sayangnya, titian cor beton itu keburu ambruk.
Sementara itu, salah seorang warga, Muhammad Zulkifli mengatakan karena perbaikan baru bisa dilakukan tahun depan. Maka warga meminta dinas berwenang untuk bisa membangun jalan alternatif untuk saat ini.
Mengingat jalan darurat sementara yang dibuat warga itu sangat seadanya untuk bisa dilintasi jalan kaki dan beraktivitas sehari-hari para warga.
“Kemarin salah seorang anggota dewan mendesak untuk dibangunkan jalan alternatif supaya warga bisa melintas,” tuturnya.
Di samping itu, diungkapkannya kondisi titian terutama di titik ambruk itu memang sudah ada beberapa bagian retak dan agak miring. Kondisi itu terjadi setahun lamanya.
Semenjak dicor pada tahun 2016 lalu lanjutnya, tidak ada perawatan apapun yang dilakukan pada titian yang menjadi akses alternatif bagi warga untuk menuju Jalan Sultan Adam ataupun Jalan Sungai Andai guna menghindari kemacetan itu.
“Belum pernah, baru-baru saja dicek sebelum ambruk dan kondisi titian sudah retak-retak,” ujarnya.
Karena kondisi itu lanjutnya, kawasan di titian tersebut sempat ditutup untuk kendaraan roda dua dan hanya bisa dilintasi pejalan kaki sebelum kejadian.
“Ternyata kejadian ambruk. Harapannya ya bisa diperbaiki segera karena ini akses utama warga,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






