Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 7 Jun 2025 15:05 WITA ·

badge-check

Reporter

Tiga Isu Krusial terhadap Anak Mengemuka, Pemkot Banjarmasin Kawal Perlindungan Menyeluruh


 Tiga Isu Krusial terhadap Anak Mengemuka, Pemkot Banjarmasin Kawal Perlindungan Menyeluruh Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak-hak anak melalui kegiatan Sosialisasi Kekerasan terhadap Anak, Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Perkawinan Anak, yang berlangsung di Banjarmasin Creative Hub. Rabu (4/6/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, beserta jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap tiga isu besar yang mengancam masa depan generasi muda: kekerasan terhadap anak, anak yang berhadapan dengan hukum, dan perkawinan anak.

“Data menunjukkan bahwa kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan terhadap anak yang paling banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia menambahkan, mirisnya, pelaku terbanyak justru berasal dari lingkaran terdekat anak, bahkan dari keluarga sendiri. Ananda juga menyoroti fenomena mencengangkan di media sosial, yaitu munculnya grup-grup yang mempromosikan incest sebagai hal yang wajar. Ia menyebut hal itu sebagai kejahatan terorganisir yang mengancam masa depan generasi bangsa.

“Tidak ada ruang bagi kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan terhadap anak—baik di dunia nyata maupun digital,” tegasnya.

Menyinggung persoalan ABH, Wawali menekankan pentingnya pendekatan keadilan restoratif. Ia menyatakan bahwa banyak anak pelaku justru merupakan korban dari lingkungan yang tidak mendukung tumbuh kembang mereka, “Anak tetaplah anak. Mereka berhak atas kesempatan kedua,” tekannya lagi.

Selain itu, dirinya juga menyoroti tingginya angka perkawinan anak di Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin. Menurutnya, faktor kemiskinan, budaya, dan minimnya edukasi menjadi penyebab utama. Ia menyebut perkawinan anak bukan solusi, melainkan sumber masalah baru seperti putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, dan kemiskinan antargenerasi.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kesadaran dan aksi nyata dari seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dunia pendidikan, hingga keluarga.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. “Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan seruan dan tekad kolektif,” pungkasnya.

Diskominfotik/Hamdi

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Komite Ekonomi Kreatif Banjarmasin Rumuskan Arah Pengembangan Ekraf Tahun Mendatang

10 Desember 2025 - 04:18 WITA

Edukasi Berkelanjutan Kunci Atasi Lonjakan Sampah di Kota Banjarmasin

10 Desember 2025 - 04:16 WITA

ASN Banjarmasin Dipacu Wujudkan Birokrasi Modern

10 Desember 2025 - 04:14 WITA

Siaga Inflasi, Wali Kota Yamin Pimpin TPID Monitor Harga dan Stok Pangan Banjarmasin Jelang Nataru dan Haul Sekumpul

10 Desember 2025 - 04:10 WITA

Pemko Banjarmasin Matangkan Kesiapsiagaan Lewat Rakor Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025

9 Desember 2025 - 23:52 WITA

Apresiasi Banjarmasin Environmental Awards 2025 Pacu Konsistensi para Insan Lingkungan

9 Desember 2025 - 23:44 WITA

Trending di Banjarmasin

TERASBANUA


This will close in 20 seconds