terasbanua.my.id, Banjarmasin – Rumah budidaya maggot di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Jalan Soebardjo, Kelurahan Banjarmasin Selatan masih belum beroperasional.
Pembangunan rumah maggot yang merupakan larva lalat itu sendiri sudah dilakukan pada tahun 2022 lalu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Basirih, Agus Siswandi mengungkapkan belum beroperasionalnya rumah maggot di tahun ini karena terkendala anggaran hingga tertunda.
“Harusnya sudah jalan tahun ini, tapi karena adanya refocusing anggaran. Maka pelaksanannya ditunda dan kemungkinan mulai tahun depan,” ucap Agus kepada terasbanua.my.id, saat meninjau ke lokasi langsung, Selasa (7/5/2024).
Untuk saat ini lanjut Agus, pihaknya melakukan uji coba budidaya maggot sebelum benar-benar beroperasional nanti.
Tak dipungkirinya, uji coba budidaya maggot tentunya ada tantangan tersendiri. Mengingat bangunan rumah maggot berada di ruang terbuka dan hanya berdindingkan jaring atau paranet.
“Jadi maggot ini incaran burung, beberapa kali dinding jaring bolong. Mungkin ini tantangan untuk budidaya maggot,” tuturnya.

Sementara, potensi budidaya maggot sendiri menurutnya cukup menjanjikan karena maggot bisa menjadi pangan burung, umpan mancing dan lainnya.
Tidak hanya itu, budidaya maggot juga bertujuan untuk mengatasi sampah organik di Kota Banjarmasin.
“Maggot ini rakus dan lahap makan sampah organik,” ujarnya.
Menurutnya, dalam satu hari sampah organik untuk pangan maggot bisa dihabiskan 5 sampai 10 kilogram.
Sampah organik sendiri didapat dari, limbah pasar-pasar milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berupa sayur atau buah busuk yang telah dibuang karena tak bisa dijual lagi.
“Jadi ini salah satu upaya pemerintah mengatasi sampah organik. Namun ada hasil,” terangnya.
Sejatinya, apabila nanti rumah maggot benar-benar beroperasional. Maka akan ada penambahan pekerja untuk budidaya maggot.
“Paling tidak tiga orang dan memang pekerja harus ada yang profesional dalam budidaya maggot agar berhasil,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






