Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 5 Feb 2025 19:57 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Tenaga Honorer Resmi Dihapus, Bagaimana Nasib Guru Honorer di Banjarmasin?


 Tenaga Honorer Resmi Dihapus, Bagaimana Nasib Guru Honorer di Banjarmasin? Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Seiring dengan adanya kebijakan penghapusan tenaga honorer di tahun 2025 ini, nasib tenaga honorer pun kian memprihatikan.

Pasalnya dalam Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mengamanatkan instansi pemerintah wajib menyelesaikan penataan pegawai non-ASN per Desember 2024. Artinya tenaga honorer yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terpaksa di rumahkan.

Kebijakan ini pun turut menimbulkan gejolak bagi tenaga honorer di seluruh Indonesia terutama para tenaga pendidik honorer yang sudah mengabdi.

Bagaimana dengan nasib guru honorer di Kota Banjarmasin mengenai kebijakan itu?

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ahmad Baihaqi mengatakan pihaknya tetap mengusahakan nasib para guru honorer di Kota Banjarmasin.

Dalam hal itu, Disdik Kota Banjarmasin sudah menganggarkan pengajian bagi ratusan tenaga honorer yang tidak lolos seleksi P3K tahun 2024 tersebut bagi kinerja mengajar pada tahun 2025.

“Anggaran gaji untuk tenaga honorer sudah kami anggarkan di tahun ini,” ucap Baihaqi, Rabu (5/2/2025).

Mengingat tenaga honorer dihapuskan, maka sistem pengajian disiasati pihaknya bersama Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin dengan pembayaran uang transportasi bagi guru honorer yang mengajar.

“Sebutannya uang transportasi, ini sebagai bentuk menghargai mereka yang sudah mengabdi sebagai pengajar,” katanya.

Menurutnya apabila guru honorer terpaksa dirumahkan. Maka sekolah di Kota Banjarmasin terutama jenjang SD akan makin banyak yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Di jenjang SD saja jumlah guru honorer ada 751 orang. Dimana sebelumnya hanya ada sekitar 67 guru honorer yang lolos seleksi PPPK di gelombang terakhir tahun 2024.
Menurutnya peran guru honorer sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini, karena minimnya guru CPNS.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Neli Listriani menuturkan telah menerima aspirasi dari perwakilan tenaga honorer yang meminta solusi bijak mengenai kebijakan baru tersebut.

Tentunya, persoalan ini cukup menjadi perhatian pihaknya hingga harus ada solusi untuk memberi kepastian nasib guru honorer.

“Semoga Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin terpilih nanti kita bisa berkolaborasi memikirkan nasib guru honorer,” terangnya.

Selain itu, pihaknya akan mendampingi Disdik Kota Banjarmasin melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta hingga dikonsultasikan ke Kementerian Pendidikan.

“Harapannya semoga ada solusi,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 430 kali

Baca Lainnya

Launching Logo 500 Harjad Banjarmasin, Wali Kota Tekankan Perayaan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

3 April 2026 - 17:39 WITA

Rakortas dengan Menko Pangan dan Menteri LH, Wali Kota: Pemko Banjarmasin Siap Jadi Percontohan Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

31 Maret 2026 - 22:47 WITA

Wali Kota HM Yamin Desak Camat-Lurah Aktif Monitor Pemilahan Sampah

30 Maret 2026 - 23:08 WITA

Wali Kota Banjarmasin Pimpin Rapat Pembentukan Panitia Hari Jadi ke-500

28 Maret 2026 - 23:18 WITA

Gandeng TNI melalui TMMD, Wali Kota Yamin Targetkan Revitalisasi Jembatan Vital di Pinggiran Banjarmasin

27 Maret 2026 - 23:21 WITA

Wali Kota Banjarmasin Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama

26 Maret 2026 - 23:27 WITA

Trending di Banjarmasin