terasbanua.my.id, Banjarmasin – Shelter Rumah Singgah Baiman yang berlokasi di Jalan Gubernur Soebardjo, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan akhirnya diresmikan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Rabu (6/12/2023).
Menurut Ibnu, diresmikan bangunan baru itu tentunya dapat melengkapi sarana prasarana dalam penanganan masalah sosial di Kota Seribu Sungai. Terutama anak jalanan (anjal), disabilitas dan lanjut usia (lansia) yang terlantar.
“Desain bangunan sudah diakomodir untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan,” ucap Ibnu usai mencek ruangan Shelter Rumah Singgah Baiman.
Pasalnya, pada bangunan sebelumnya untuk penampungan sementara pada (anjal) khususnya sempat dijebol untuk kabur hingga menyebabkan rusak.
Tentunya bangunan baru ini lanjut Ibnu, sangat representatif untuk menampung sementara terutama para anjal yang telah ditertibkan Satpol PP Kota Banjarmasin.
Mengingat sifatnya rumah singgah, makanya hanya menampung sementara sesuai SOP berlaku yakni selama 7 hari usai mendapat pembinaan.
Setelahnya baru dikembalikan kepada keluarganya atau diserahkan pada yang lebih berwenang.
“Misalnya ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) entah diantar ke Sambang Lihum atau diserahkan kepada keluarganya lagi,” ujarnya.
Penampungan ODGJ sendiri lanjutnya, kebanyakan sudah sembuh. Namun ada beberapa keluarga bersangkutan enggan merawat hingga tak jarang tinggal di rumah singgah hingga meninggal dunia.
“Di samping memang ada yang terlantar karena tidak memiliki keluarga,” katanya.
Seiring diresmikannya shelter itu lanjutnya, otomatis akan ada penambahan tenaga kerja yakni pendamping rumah singgah.
“Tentunya harus memiliki kriteria khusus karena yang dirawat adalah orang istimewa,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana menambahkan ada sebanyak 15 ruang kamar dengan daya tampung 5-6 orang setiap kamarnya pada shelter tersebut.
“Sekitar 150 orang untuk daya tampungnya,” ungkap Dolly.
Tak dipungkiri Dolly, masih banyak perlu penyempurnaan untuk bangunan shelter tersebut agar memadai. Misalnya, pembangunan pagar, menguruk tanah di lahan rumah singgah dan penambahan fasilitas sesuai kebutuhan.
“Agar ambulan bisa masuk sampai ke dalam, jalan di perbesar sekitar 1 meter dan di kasih kanopi seperti rumah sakit supaya tidak kehujanan saat dibawa,” paparnya.
Rencananya bakal dibangun poli klinik kesehatan jiwa dan ruang assessment di rumah singgah itu yang mana Detail Engineering Design (DED) sudah disusun tahun ini.
“Insya Allah 2025 kita bangun,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






