terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tak sedikit warga Kota Banjarmasin terpaksa mengulang tahapan vaksinasi yang telah dilakukannya. Pasalnya, tahap atau dosis vaksinasinya sudah memasuki masa Drop Out (DO).
Adapun masa vaksin yang memasuki masa DO sendiri adalah batas waktu penerima suntikan yang telah lewat dari enam bulan usai menerima vaksinasi dosis pertama.
“Dari informasi kawan-kawan petugas Puskesmas banyak warga DO sehingga mereka terpaksa mengulang,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan baru-baru ini.
Saat ini untuk data warga yang alami DO belum bisa dipastikan jumlah lantaran data secara rincinya belum dikantongi pihaknya.
Di sisi lain, penyebab warga alami DO sendiri bisa ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama karena memang yang bersangkutan lupa melakukan vaksinasi dosis kedua selama enam bulan.
Sedangkan penyebab kedua dikarenakan kekosongan stok vaksin. Mengingat hampir dua bulan terakhir, Kota Banjarmasin mengalami kekosongan stok vaksin.
Namun baru-baru ini Dinkes Kota Banjarmasin sudah menerima stok vaksin baru jenis Pfizer sebanyak 600 vial yang mana 450 vial sudah didistribusikan ke Puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin.
Di samping itu, status warga yang mengalami DO bisa terlihat langsung melalui aplikasi PeduliLindungi. Dimana dalam aplikasi itu tertera infomasi bahwa yang bersangkutan harus mengulang tahapan vaksin kedua.
Meski harus mengulangi lagi, namun ia menegaskan pengulangan vaksinasi bukan dari awal lagi melainkan mengulang vaksinasi dosis terakhir yang telah diterima.
“Jadi misalnya dosis pertama dan dua sudah. Tapi DO karena lewat enam bulan. Maka yang bersangkutan vaksin dosis kedua saja lagi baru bisa booster,” terangnya.
Seiring sudah datangnya vaksin baru, ia menghimbau masyarakat untuk lakukan vaksinasi terutama booster guna menjaga daya tahan imun tubuh.
Apalagi di tengah kenaikan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin yang terjadi beberapa waktu belakangan.
“Ayo lakukan vaksinasi karena vaksinnya sudah ada. Kalau habis kita akan minta lagi,” pungkasnya.
Hamdiah






