terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin gagal mempertahankan penghargaan Adipura dalam pengelolaan sampah.
Tentunya hal itu cukup disayangkan, mengingat selama ini Kota Banjarmasin sudah mempertahankan penghargaan supervisi di bidang lingkungan itu selama empat tahun berturut-turut.
Meskipun kegagalan itu mengecewakan, nampaknya Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tak ingin berkecil hati.
“Intinya jangan patah semangat karena di level kota besar hanya Balik Papan yang dapat dan kota-kota lain tidak dapat. Kita masih beruntung karena dapat sertifikat adipura,” ucap Ibnu kepada awak media, Sabtu (4/3/2023).
Menurut Ibnu gagalnya memperoleh penghargaan adipura itu karena memang ada kriteria penilaian yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya dan pihaknya pun tak dapat mempresentasikan hal tersebut.
Apalagi penghargaan adipura ini sempat tak dilaksanakan selama dua tahun lalu dikarenakan pandemi Covid-19 dan baru sekarang digelar kembali.
Di sisi lain, tak dipungkirinya. Semenjak pandemi Covid-19 dan seiring era digital sekarang ini sampah di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan.
“Banyak sampah kemasan dan itu luar biasa banyaknya,” ujarnya.
Padahal selama ini lanjutnya, upaya penanganan sampah di kota berjuluk Seribu Sungai sudah dilakukan maksimal.
Namun memang mungkin masih ada kekurangan yang perlu dibenahi. Maka dari itu, kekurangan itu akan jadi evaluasi pihaknya ke depan untuk merebut kembali penghargaan adipura.
Dalam evaluasi itu, pihaknya akan menggerakkan semua stakeholder terkait termasuk para Camat maupun Lurah untuk berbenah.
“Kita evaluasi semua. Apa nih semua penyebab kendala dan kekurangan kita dimana,” ujarnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga memberikan PR kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin untuk menyelesaikan persoalan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang selama ini dinilai kontroversi.
“Yakni TPS Gadang, TPS Lingkar Dalam, TPS HKSN dan terakhir TPS Pasar Kuripan yang seharusnya sudah ditutup tapi masih ada yang buat. Makanya perlu penegakan hukum di sana,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu optimis di tahun yang akan datang, penghargaan adipura itu akan kembali direbut.
“Insya Allah tahun depan dan kita sepakat adipura itu penting,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menuturkan bahwa seluruh jajaran akan mengambil momentum ini untuk memberikan semangat kembali untuk meraih penghargaan adipura yang pernah dipertahankan.
“Di tahun 2024 mendatang Insya Allah kita raih lagi dari semua daya upaya dan tentunya dukungan dari masyarakat untuk mengelola sampah,” tutur Alive.
Diakui Alive persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah kadaluwarsa sejak 2020 itu jadi salah satu poin penting penilaian yang tidak terpenuhi oleh pihaknya dan hal itu perlu dibenahi.
Selain itu, evaluasi lainnya yang perlu dilakukan ialah manajemen persampahan di Kota Banjarmasin yang sudah mulai dilakukan dan dikelola tahun untuk TPA.
“Itu akan dikembangkan sesuai tiga tingkatan yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Baik itu dari cara pembuangan dan pemilahan sampahnya di sana,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






