terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tercatat ada lima Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah di Kota Banjarmasin yang sudah overload atau melebihi kapasitas dari daya tampung.
Lima TPS yang sudah overload itu diantaranya di TPS HKSN, Cemara, Belitung, dan Lingkar Dalam Selatan yang mana keberadaannya di pinggir jalan dan sering dikeluhkan karena cukup menganggu saat sampah meluber ke jalan.
Untuk mengatasi itu, perlu TPS tambahan guna memecah sampah overload di wilayah yang memang padat akan penduduk.
Namun menurut kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki mencari lahan baru untuk dijadikan TPS sangat susah.
“Penambahan sarananya kita akui sangat susah di Kota Banjarmasin. Padahal seiring waktu dengan pertumbuhan penduduk tentu sampah yang dihasilkan terus meningkat,” ungkap Jack sapaan akrabnya, Sabtu (17/2/2023).
Kendati demikian, pihaknya terus berupaya mencari lahan baru untuk TPS dengan berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan setempat.
Selain itu, pihaknya juga berupaya menjalankan program Surung Sintak di lima titik itu guna mengatasi sampah yang overload di TPS.
“Apakah bisa dijalankan di wilayah itu untuk program Surung Sintak karena ini solusi cepat namun jangka pendek” ujarnya.
Diakuinya program Surung Sintak sendiri yang sudah berhasil dijalankan di beberapa titik setelah diluncurkan. Salah satunya di TPS Kampung Gadang dan berhasil mengurangi sampah di TPS hingga tiga sampai empat ton.
“Dulunya Kampung Gadang ini jadi PR besar kami karena berada di jalan kalau overload meluber. Tapi cukup berkurang setelah diberlakukan Surung Sintak,” tuturnya.
Untuk produksi sampah yang dihasilkan setiap harinya di Kota Banjarmasin rata-rata mencapai 400 sampai 500 per ton.
“Kota Banjarmasin ini kota dagang dan bisnis makanya ada geliat dan berpengaruh pada sampah yang diproduksi,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






