Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 4 Mei 2023 16:39 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Sulitnya Akses Jadi Penyebab Program Imunisasi Lengkap Anak Kurang Maksimal Beberapa Daerah di Kalsel


 Kadinkes Kalsel Diauddin Perbesar

Kadinkes Kalsel Diauddin

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sulitnya akses di beberapa daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu penyebab program imunisasi lengkap pada anak masih berjalan kurang maksimal.

Pasalnya, tak jarang sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan (faskes) yakni puskesmas membuat masyarakat jadi enggan datang jika hanya sekedar melakukan imunisasi pada anak saja.

Mengingat masih ada masyarakat menilai imunisasi lengkap tidak terlalu penting. Padahal imunisasi lengkap dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit berbahaya bagi anak.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel pun berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan di banua. Salah satunya pemberian imunisasi langsung kepada warga dengan sistem jemput bola.

“Dimana pemberian imunisasi secara  jemput bola itu lebih dimaksimalkan di bulan imunisasi setiap tahunnya,” ucap Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Diauddin di sela-sela Workshop Diseminasi Pesan Kunci Dalam Rangka Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2023 di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (4/5/2023).

Meski ada beberapa penyebab kurang maksimalnya program imunisasi lengkap. Namun menurut Diauddin capaian imunisasi di Kalsel telah memenuhi target nasional yakni 90 persen.

Dimana saat ini, capaian imunisasi di Kalsel itu sudah di angka 90,9 persen. Tentu angka tersebut sudah di atas target dan sangat mungkin akan terus meningkat setiap tahunnya jika program imunisasi dimaksimalkan dengan baik.

“Walau kita mencapai target nasional tapi angkanya tidak 100 persen. Jadi masih ada peluang kita meningkatkan lagi,” ujarnya

Diungkapkannya, dari data akumulasi tahun 2020 sampai 2022 itu tercatat masih ada sekitar 30 ribu anak yang masih belum lengkap imunisasinya.
Jika berdasarkan persentase keseluruhan, angka imunisasi lengkap yang masih rendah berada di wilayah Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kota Baru.

“Itu berdasarkan jumlah persentase. Tentunya yang belum imunisasi lengkap sangat berpotensi untuk menimbulkan penyakit berbahaya,” tuturnya.

Maka dari itu, ia berharap peran media bisa ikut berkontribusi dalam memberikan edukasi melalui pemberitaan agar bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi lengkap untuk anak.

“Dengan begitu, masyarakat akan bersedia membawa anaknya imunisasi lengkap ke puskesmas ataupun layanan kesehatan lainnya,” harapnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin