terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sulitnya akses di beberapa daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu penyebab program imunisasi lengkap pada anak masih berjalan kurang maksimal.
Pasalnya, tak jarang sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan (faskes) yakni puskesmas membuat masyarakat jadi enggan datang jika hanya sekedar melakukan imunisasi pada anak saja.
Mengingat masih ada masyarakat menilai imunisasi lengkap tidak terlalu penting. Padahal imunisasi lengkap dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit berbahaya bagi anak.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel pun berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan di banua. Salah satunya pemberian imunisasi langsung kepada warga dengan sistem jemput bola.
“Dimana pemberian imunisasi secara jemput bola itu lebih dimaksimalkan di bulan imunisasi setiap tahunnya,” ucap Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Diauddin di sela-sela Workshop Diseminasi Pesan Kunci Dalam Rangka Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2023 di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (4/5/2023).
Meski ada beberapa penyebab kurang maksimalnya program imunisasi lengkap. Namun menurut Diauddin capaian imunisasi di Kalsel telah memenuhi target nasional yakni 90 persen.
Dimana saat ini, capaian imunisasi di Kalsel itu sudah di angka 90,9 persen. Tentu angka tersebut sudah di atas target dan sangat mungkin akan terus meningkat setiap tahunnya jika program imunisasi dimaksimalkan dengan baik.
“Walau kita mencapai target nasional tapi angkanya tidak 100 persen. Jadi masih ada peluang kita meningkatkan lagi,” ujarnya
Diungkapkannya, dari data akumulasi tahun 2020 sampai 2022 itu tercatat masih ada sekitar 30 ribu anak yang masih belum lengkap imunisasinya.
Jika berdasarkan persentase keseluruhan, angka imunisasi lengkap yang masih rendah berada di wilayah Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kota Baru.
“Itu berdasarkan jumlah persentase. Tentunya yang belum imunisasi lengkap sangat berpotensi untuk menimbulkan penyakit berbahaya,” tuturnya.
Maka dari itu, ia berharap peran media bisa ikut berkontribusi dalam memberikan edukasi melalui pemberitaan agar bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi lengkap untuk anak.
“Dengan begitu, masyarakat akan bersedia membawa anaknya imunisasi lengkap ke puskesmas ataupun layanan kesehatan lainnya,” harapnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






