terasbanua.my.id, Banjarmasin – Anggaran penambahan aksesoris Jembatan Pasar Lama dan pembebasan lahan Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Banjarmasin menjadi sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banjarmasin.
Kedua organisasi kemahasiswaa ini menilai anggaran yang digunakan cenderung berlebihan.
Mereka pun meminta audiensi ke DPRD Kota Banjarmasin.
Melalui pimpinan HMI Banjarmasin bersama IMM Banjarmasin surat audiensi diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.
“Hari ini kita coba jalur islah terlebih dahulu serta kami pun mendesak dalam tiga hari audiensi kami diterima,” ucap Kabid PAO HMI Cabang Banjarmasin, Ridha Nazemi, Senin (30/10/2023) kemarin.
Menurut Ridah langkah yang mereka lakukan adalah jalan musyawarah untuk mendengar dan bertukar pendapat mengenai besarnya angka anggaran untuk dua proyek yang sedang dilaksanakan di Kota Banjarmasin tersebut.
Hal senada juga disampaikan, Ketua Umum IMM Kota Banjarmasin Muhammad Arifin bahwa ini adalah jalan awal terbaik untuk mendapatkan titik terang dari semua hal yang sedang diisu kan di tengah kalangan masyakarat hingga pengamat
“Sebagai mitra kritis dan mitra strategis bagi kami hal hal demikian sangat menimbulkan kecurigaan,” katanya.
Maka dari itu lanjutnya, pihaknya mencoba terlebih dahulu untuk melayangkan surat audiensi kepada yang berwenang terhadap dua proyek tersebut.
Hamdiah
Foto. Istimewa






