terasbanua.co.id, Banjarmasin – Minimnya capaian Pendapatan Belanja Daerah (PAD) dan memiliki beban utang kepada penyedia jasa atau kontraktor. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana melakukan refocusing anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan terpaksa melakukan refocusing anggaran untuk mengatasi keterlambatan pembayaran yang sudah melampaui tahun anggaran tersebut.
“Memang jalan keluarnya refocusing. Makanya kita menggelar rapat untuk mempersiapkan rencana refocusing itu,” ucap Ikhsan Budiman yang juga selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banjarmasin usai rapat rencana refocusing, Selasa (9/1/2024).
Menurut Ikhsan, refocusing bisa dilakukan jika kondisinya sedang kahar atau suatu kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan, sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Refocusing sendiri lanjut Ikhsan, tindakan percepatan yang bisa dilakukan dalam anggaran pengalihan.
“Besar harapan kita ketika proses refocusing dilakukan Dana Bagi Hasil (DBH) kurang salur bentuk Treasury Deposit Facility (TDF) bisa segeranya dicairkan,” tuturnya.
Sebelumnya, diungkapkan Ikhsan pihaknya sudah mengupayakan dengan berkonsultasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Secara terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo berharap secepatnya mendapat transferan dana pusat. Mengingat kondisi kas daerah kosong
Pasalnya, di beberapa daerah bisa dipercepat pencairan di awal tahun.
“Mudah-mudahan dalam seminggu ini ada jawaban dari Kementerian,” ujar Edy.
Edy mengungkapkan Pemko Banjarmasin memiliki beban utang kepada penyedia jasa sekitar Rp 300 miliar di 17 SKPD.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin Ichrom Muftezar menyikapi dengan tenang terkait refocusing tersebut.
“Kalau kebijakannya harus refocusing ya kami siap refocusing anggaran 2024 untuk pembayaran 2023,” kata Tezar sapaan akrabnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






