Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 11 Mei 2024 19:52 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Sering Dikeluhkan, Wali Kota Banjarmasin Sarankan Tarif Masuk Gratis Ketika Kampung Ketupat Kembali Beroperasional


 Sering Dikeluhkan, Wali Kota Banjarmasin Sarankan Tarif Masuk Gratis Ketika Kampung Ketupat Kembali Beroperasional Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyarankan agar tidak ada tarif masuk untuk wisata Kampung Ketupat di Sungai Baru jika nantinya beroperasional kembali.

Mengingat sebelumnya tarif masuk wisata tersebut sempat dikeluhkan masyarakat karena dinilai terlalu mahal.

“Ya sarannya digratiskan saja tiket masuk, terpenting ada transaksi di dalam. Misalnya berbelanja atau mengenakan tarif di wahana bermain yang ada,” ucap Ibnu kepada awak media, Sabtu (11/5/2024).
Pasalnya, di Kota Banjarmasin sendiri banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti Taman Kamboja, taman bermain anak dan destinasi wisata seperti Siring Menara Pandang, Patung Bekantan dan lainnya hingga bisa dinikmati secara gratis.

Tentunya beberapa tempat tadi lanjutnya, menjadi pilihan masyarakat berkunjung untuk bersantai atau sekedar mengisi waktu libur.

“Banyak tempat yang tidak berbayar dan masyarakat banyak kesana,” kata Ibnu.

Menurutnya jika Kampung Ketupat bisa menuangkan konsep dengan baik melalui kuliner atau wahana bermain. Tentu nantinya dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung.

“Jadi fokuskan ke makanan yang nyaman, wahana bermain yang bagus. Orang-orang akan datang,” ujarnya.

Terlebih lanjutnya, kawasan itu ada space para UMKM pembuat dan pengrajin ketupat yang menjadi daya tarik selama ini.

“Apalagi ada enam jenis ketupat khas sana yang merupakan kearifan lokal Banjar sehingga Kampung Ketupat bisa naik kelas. Jadi saya kira perlu diangkat lagi,” tuturnya.

Ia menekan bahwa dirinya hanya bisa menyarankan saja dan tidak bisa ikut campur mengenai pengelolaan.

Mengingat lahan tersebut telah dikerjasamakan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dengan pihak ketiga selaku pengelolaan dengan perjanjian sewa lahan.

“Kita hanya sewa lahan saja dan mereka bangun. Jadi kita serahkan ke mereka untuk pengelolanya sebagai penyewa,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga sekitar yang khawatir selama tutupnya kawasan Kampung Ketupat akan disalahgunakan.

Ia mengatakan pihaknya akan mengawasi dan mengamankan kawasan tersebut dengan mengerahkan aparat keamanan. Baik Satpol PP maupun Linmas.

“Kawasan itukan bisa ditutup. Jangan sampai ada yang masuk dan disalahgunakan,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Demokrat Kalsel Kirim Puluhan Utusan ke Puncak HUT ke-25 di GBK, Rully Rozano: Pesan AHY Jadi Energi Kader

10 September 2026 - 15:07 WITA

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Atasi Dangkalnya Sungai Baru, Pemko Banjarmasin Geber Normalisasi di Musim Kemarau

25 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Badminton Demokrat Kalsel Cup 2026 Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat

22 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Bintang Orado Semarakkan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Kalsel Tekankan Kebersamaan

22 Agustus 2026 - 13:07 WITA

Trending di Banjarmasin