Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 16 Jan 2023 17:03 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Sempitnya Lahan Pertanian di Banjarmasin, Cukup Berdampak Ketersediaan Beras Lokal Selain Gagal Panen


 M Makhmud Kepala DKP3 Kota Banjarmasin Perbesar

M Makhmud Kepala DKP3 Kota Banjarmasin

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sempitnya luasan lahan pertanian padi di Kota Banjarmasin berdampak pada ketersedian beras lokal atau beras banjar.

Jika hanya mengandalkan hasil panen saja, tentunya tidak cukup memenuhi permintaan beras lokal yang cukup tinggi. Di samping jumlah penduduk Kota Banjarmasin yang sangat besar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, M Makhmud mengungkapkan kebutuhan beras lokal di Kota Banjarmasin itu setiap tahunnya mencapai 40 ton.

Jumlah kebutuhan beras lokal itu sangat jauh berbeda dengan hasil panen di Kota Banjarmasin yang hanya 6 ton per tahunnya.

“Sedangkan kebutuhan itu relatif,” ucap Makhmud saat ditemui di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Senin (16/1/2023).

Maka dari itu, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin agar ketersediaan beras lokal di kota berjuluk Seribu Sungai itu tetap terpenuhi.

Salah satunya, ialah pemenuhan beras lokal melalui permohonan bantuan distribusi dari kabupaten tetangga di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Jadi ketersediaan beras itu dibantu oleh kabupaten sekitar seperti Kabupaten Batola dan Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar,” bebernya.

Makhmud membeberkan gagalnya panen selama dua tahun terakhir, kian berdampak pada stok beras lokal di Kota Banjarmasin khususnya dan jadi salah satu faktor penyebab kenaikan inflasi.

Apalagi gagal panen tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin saja. Tapi daerah produksi lainnya seperti Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Batola dan lainnya.

“Sebenarnya beras di pasaran itu mencukupi. Namun memang beras lokal jenis mayang yang banyak dicari. Jadi ini terkait selera masyarakat kita saja yang biasa memakan beras jenis usang. Bukan jenis pulen yang tersedia banyak,” paparnya.

Mengingat peminatnya lebih banyak ke satu jenis beras yang kondisinya saat ini terbatas. Hal itu juga memicu kenaikan harga beras lokal di pasaran.

Sementara itu, ia mengatakan pihaknya bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin sudah melakukan penjajakan guna menjalin kerja sama dengan daerah Pamanukan Jawa Barat untuk meminta bantuan pemenuhan beras yang jenisnya serupa dengan beras banjar.

“Mudah-mudahan secepatnya ada penandatangan Mou dengan kepala daerah untuk pelaksanaannya. Supaya untuk mencukupi kebutuhan beras di tahun ini,” katanya.

Ditanya berapa permintaan beras Pamanukan untuk bisa memenuhi kebutuhan warga Kota Banjarmasin. Ia menjawab masih belum tahu karena masih dalam tahap penjajakan.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin